Tak terasa taun sudah berganti. Banyak yang menantikan di tahun 2025 ini sebagai tahun yang mengalami perubahan di berbagai bidang. Harapan dengan pemerintahan yang baru akan menata kehidupan yang lebih baik.
Ini adalah hari
ketiga diselenggarakannya seminar sekolah. Para guru masih menunjukkan antusias
dalam mengikuti kegiatan tersebut. Hal itu ditunjukkan dengan kehadiran mereka
yang tetap seperti ketika sekolah sudah efektif. Karena selain dapat mengisi sisa
liburan juga menambah ilmu dan tentunya menambah sertifikat.
Dihari ketiga
ini banner yang terpampang di dinding dengan tulisan ‘Era Teknologi Bebas namun
Bertanggung Jawab’ dengan di sudut kanan bawah bertuliskan bersama Ali Marsono,
S.Pd., M.Pd.
Di hari ketiga
pula ada hal yang kurang menarik perhatian karena baik pembicara maupun
narasumbernya dua orang pria. Mereka mengatakan supaya ada pemerataan
pekerjaan. Semua harus merasakan. Tetapi tidak seperti pada hari pertama dan
kedua, pada hari ketiga ini dikemas ala acara di tivi. Ada pembawa acara, ada
moderator dan narasumber.
Setelah beberapa
acara normatif dilalui kemudian pembawa acara membawa acara ke acara inti yaitu
berupa dialog.
“Para hadirin
sekalian, sampailah kita kepada acara pokok yaitu dialog bersama Bapak Ali
Marsono, S.Pd., M.Pd., beliau adalah seorang guru, penulis, narasumber, dan
guru berprestasi. Kalau disampaikan memakan banyak waktu, jadi saya kasih
file-nya silakan dikagumi sendiri, heheh. Terima kasih”, Dail sebagai moderator
mengawali memperkenalkan narasumber.
“Terima kasih,
Pak Dail, atas pekenalannya, mudah-mudahan berkah”, Ali memuka perkataannya
dengan ramah dan dilanjutkan dengan pengantar singkat.
“Okey, Bapak
Ibu sekalian kita Simak pemaparan materi dengan santai tapi cius”, ujar Dail
“Terima kasih.
Bapak Ibu sejalian. Bebas mengakses itu oleh siapa saja, kapan saja, dimana
saja, apa saja, sama saja. Tak ada batasannya”, lanjutnya.
“Bagaimana agar
kita tak ketinggalan oleh kemajuan teknologi”, tanya Dail.
“Teknologi
bebas diakses siapa saja dimana saja---tanpa batasan...teknologi jadi kebutuhan
semua--namun ada 2 dampak : positif dan negatif. Gunakan untuk kepentingan yang
bertanggung jawab. Kejadian di belahan bumi lain --bisa kita akses di waktu
yang sama-- luar biasa”, ujarnya bersemangat.
“Maksud bebas?”
“Ada 4 karakter
era teknologi bebas: 1. mudah diakses, kapan dimanapun. 2. fleksibel sesuai dengan
kebutuhan. 3. kebebasan berkolaborasi
satu dengan yang lain, dan 4 interkoneksivitas; terkoneksi dengan berbagai
pihak dengan realtime”, jelasnya sambil menunjukkan ke layar.
“Yang dimaksud
bebas”, tanya Dail.
“Ini dia”,
jawabnya dengan menunjukkan slide berikutnya.
“Ada 7 manfaat
Era Digital: sangat luar biasa--1. mudah diakse, 2. efektifitas, efesiensi dan
produktif, 3. peluang hasilkan uang; bangun market place, 4. promosi dan
pemasaran, 5. membangun komunikasi dan kolaborasi; luar biasa-- kolaborasi is
the best, 6, pengembangan inovasi, dan 7. sarana hiburan dan rekresi
digital”, jelasnya sambil menunjuk-nunjuk di layar.
“Mantab juga,
ya!”, ujar Dail
“Di samping itu
ada tantangan yang harus dilalui dengan kebebasan teknologi ini”, ia memperingatkan.
“Wah ada
tantangannya, ya... kebebasan berteknologi...”, ujar Dail.
“Makanya ada
etika yang diperhatikan dalam memanfaatkan teknologi digital ini. Apa itu?”
“Etika digital
harus perhatikan: 1. informasi benar, akurat, transparan, aukuntabel dan 2.
jaga privasi orang lain dan kantora”, tambahnya.
“Tanggung jawab:
kesadaran sosial -- saling hormati dan tak lakukan SARA”, tambahnya lagi sambil
menunjuk ke layar.
“Jangan lupa keamanan digital! Jangan upload
rahasia pribadi -data KTP dan lainnya! Harus seimbang sesuai kebbutuhan, jangan
kultuskan teknologi”
“Saya malah
bengong. Jadi intinya?”, ucap Dail
“Ini …”
“Kesimpulannya…
Harus bijak dan bertanggung jawab dalam berteknologi”, ucapnya.
“Apakah
teknologi bebas melanggar hak cipta dan privasi?”
“Maksdnya..salah
satu yang perlu dihindari dalam kebebasan berteknologi adalah..kita jangan
mengambil hak cipta orang lain, plagiasi dan mengaku karya orang lain menjadi
milik dan karya kita. Jujur di era digital kadang berat melakukannya”.
“Bagaimana
menentukan batasan etika dalam penggunaan teknologi bebas?”
“Batasan etika
dalam penggunaan teknologi yang bebas diakses, kembali kepada pribadi kita,
bijak, tanggung jawab. Selain itu, juga perhatikan regulasi tentang dunia
digital. Tentang hak cipta, HakI, menyebar berita hoaks, adu domba.Dst.. Benar
pak..maka di atas disampaikan..adanya kesadaran diri, sosial emosional”.
“Apakah
teknologi bebas mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku?”
“Meski kita
bebas mengakses apapun..harus tetap taat hukum peraturan perundangan yang
berlaku”.
“Bagaimana
menghormati hak-hak pengguna teknologi bebas?”
“Menghormati
dengan cara: tdk mengambil hak ciptanya, memberikan apresiasi, mendukung hal
positif, berkolaborasi dst.”.
“Apakah perlu
ada regulasi untuk teknologi bebas?”
“Tentu, bbrp
hal telah diatur dengan regulasi”.
“Bagaimana
meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab teknologi?”
“Harus memiliki
pemikiran positif bahwa apa yang kita lakukan, seharusnya kita lakukan PD diri
sendiri. Jadi, tdk mungkin kita melakukan hal negatif PD diri sendiri”.
Apakah
teknologi bebas dapat menjadi alat pembangunan berkelanjutan?”
“Teknologi
bebas itu, bukan teknologi kebablasan..maksdnya..kita secara bebas mengakses
secara Arif”.
“Aura Kasih
pergi ke Bali, Terima kasih Mr. Ali”, tutup Dail
Subang, 3-1-2025
Resume 19
HADISUSILO










Tidak ada komentar:
Posting Komentar