Total Tayangan Halaman

Jumat, 03 Januari 2025

BEBAS BERTANGGUNG JAWAB

 Tak terasa taun sudah berganti. Banyak yang menantikan di tahun 2025 ini sebagai tahun yang mengalami perubahan di berbagai bidang. Harapan dengan pemerintahan yang baru akan menata kehidupan yang lebih baik.

Ini adalah hari ketiga diselenggarakannya seminar sekolah. Para guru masih menunjukkan antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Hal itu ditunjukkan dengan kehadiran mereka yang tetap seperti ketika sekolah sudah efektif. Karena selain dapat mengisi sisa liburan juga menambah ilmu dan tentunya menambah sertifikat.

Dihari ketiga ini banner yang terpampang di dinding dengan tulisan ‘Era Teknologi Bebas namun Bertanggung Jawab’ dengan di sudut kanan bawah bertuliskan bersama Ali Marsono, S.Pd., M.Pd.

Di hari ketiga pula ada hal yang kurang menarik perhatian karena baik pembicara maupun narasumbernya dua orang pria. Mereka mengatakan supaya ada pemerataan pekerjaan. Semua harus merasakan. Tetapi tidak seperti pada hari pertama dan kedua, pada hari ketiga ini dikemas ala acara di tivi. Ada pembawa acara, ada moderator dan narasumber.

Setelah beberapa acara normatif dilalui kemudian pembawa acara membawa acara ke acara inti yaitu berupa dialog.

“Para hadirin sekalian, sampailah kita kepada acara pokok yaitu dialog bersama Bapak Ali Marsono, S.Pd., M.Pd., beliau adalah seorang guru, penulis, narasumber, dan guru berprestasi. Kalau disampaikan memakan banyak waktu, jadi saya kasih file-nya silakan dikagumi sendiri, heheh. Terima kasih”, Dail sebagai moderator mengawali memperkenalkan narasumber.

“Terima kasih, Pak Dail, atas pekenalannya, mudah-mudahan berkah”, Ali memuka perkataannya dengan ramah dan dilanjutkan dengan pengantar singkat.

“Okey, Bapak Ibu sekalian kita Simak pemaparan materi dengan santai tapi cius”, ujar Dail

“Terima kasih. Bapak Ibu sejalian. Bebas mengakses itu oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja, apa saja, sama saja. Tak ada batasannya”, lanjutnya.

“Bagaimana agar kita tak ketinggalan oleh kemajuan teknologi”, tanya Dail.

“Teknologi bebas diakses siapa saja dimana saja---tanpa batasan...teknologi jadi kebutuhan semua--namun ada 2 dampak : positif dan negatif. Gunakan untuk kepentingan yang bertanggung jawab. Kejadian di belahan bumi lain --bisa kita akses di waktu yang sama-- luar biasa”, ujarnya bersemangat.

“Maksud bebas?”

“Ada 4 karakter era teknologi bebas: 1. mudah diakses, kapan dimanapun. 2. fleksibel sesuai dengan kebutuhan.  3. kebebasan berkolaborasi satu dengan yang lain, dan 4 interkoneksivitas; terkoneksi dengan berbagai pihak dengan realtime”, jelasnya sambil menunjukkan ke layar.

“Yang dimaksud bebas”, tanya Dail.

“Ini dia”, jawabnya dengan menunjukkan slide berikutnya.

 “Apa saja manfaatera digital?”, tanya Dail selanjutnya.

“Ada 7 manfaat Era Digital: sangat luar biasa--1. mudah diakse, 2. efektifitas, efesiensi dan produktif, 3. peluang hasilkan uang; bangun market place, 4. promosi dan pemasaran, 5. membangun komunikasi dan kolaborasi; luar biasa-- kolaborasi is the best, 6, pengembangan inovasi, dan 7. sarana hiburan dan rekresi digital”, jelasnya sambil menunjuk-nunjuk di layar.

“Mantab juga, ya!”, ujar Dail

“Di samping itu ada tantangan yang harus dilalui dengan kebebasan teknologi ini”, ia memperingatkan.

“Wah ada tantangannya, ya... kebebasan berteknologi...”, ujar Dail.

“Makanya ada etika yang diperhatikan dalam memanfaatkan teknologi digital ini. Apa itu?”

“Etika digital harus perhatikan: 1. informasi benar, akurat, transparan, aukuntabel dan 2. jaga privasi orang lain dan kantora”, tambahnya.

“Tanggung jawab: kesadaran sosial -- saling hormati dan tak lakukan SARA”, tambahnya lagi sambil menunjuk ke layar.

“Jangan lupa keamanan digital! Jangan upload rahasia pribadi -data KTP dan lainnya! Harus seimbang sesuai kebbutuhan, jangan kultuskan teknologi”


“Saya malah bengong. Jadi intinya?”, ucap Dail

“Ini …”

“Kesimpulannya… Harus bijak dan bertanggung jawab dalam berteknologi”, ucapnya.

“Apakah teknologi bebas melanggar hak cipta dan privasi?”

“Maksdnya..salah satu yang perlu dihindari dalam kebebasan berteknologi adalah..kita jangan mengambil hak cipta orang lain, plagiasi dan mengaku karya orang lain menjadi milik dan karya kita. Jujur di era digital kadang berat melakukannya”.

“Bagaimana menentukan batasan etika dalam penggunaan teknologi bebas?”

“Batasan etika dalam penggunaan teknologi yang bebas diakses, kembali kepada pribadi kita, bijak, tanggung jawab. Selain itu, juga perhatikan regulasi tentang dunia digital. Tentang hak cipta, HakI, menyebar berita hoaks, adu domba.Dst.. Benar pak..maka di atas disampaikan..adanya kesadaran diri, sosial emosional”.

“Apakah teknologi bebas mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku?”

“Meski kita bebas mengakses apapun..harus tetap taat hukum peraturan perundangan yang berlaku”.

“Bagaimana menghormati hak-hak pengguna teknologi bebas?”

“Menghormati dengan cara: tdk mengambil hak ciptanya, memberikan apresiasi, mendukung hal positif, berkolaborasi dst.”.

“Apakah perlu ada regulasi untuk teknologi bebas?”

“Tentu, bbrp hal telah diatur dengan regulasi”.

“Bagaimana meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab teknologi?”

“Harus memiliki pemikiran positif bahwa apa yang kita lakukan, seharusnya kita lakukan PD diri sendiri. Jadi, tdk mungkin kita melakukan hal negatif PD diri sendiri”.

Apakah teknologi bebas dapat menjadi alat pembangunan berkelanjutan?”

“Teknologi bebas itu, bukan teknologi kebablasan..maksdnya..kita secara bebas mengakses secara Arif”.

“Aura Kasih pergi ke Bali, Terima kasih Mr. Ali”, tutup Dail

Subang, 3-1-2025

Resume 19

HADISUSILO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar