“Mr., kayaknya AC-nya rusak”, kata Domo.
“Ya, nggak usah
di-AC-an”, jawabnya.
“Tapi hareudang,
Mr.”, keluh Domo.
“Ya, kipasan”,
jawabnya lagi.
“Masih panas”,
keluhnya lagi.
“Ya, buka baju”,
jawabnya lagi.
“Masa buligir,
isin lah. Ya, masuk kulkas. Kayak sayuran. Ya, tambah sirup..hahahaha”, Domo
tak menunggu jawaban Mr. Bam. Kemudian keduanya tertawa di tengah udara yang
gerah karena AC-nya error.
“Tolong bikini PPT,
Dom!”, suruh Mr.
“PT panas
dingin?”, tanya Domo.
“Pe..pe..te,
pe-nya dua”, kata Mr. dengan suara keras.
“Iya, bos. Maksud
aku, soal apa?”, Domo menegaskan.
“Eehh. CIPTAKAN
PELUANG MELALUI LITERASI DIGITAL”, jawabnya dengan tegas.
Dengan sigap
Domo memutar musik di PC yang berada dihadapannya. Tangannya menari-nari di
atas keyboar-nya.
|
Slide 1 |
CIPTAKAN PELUANG MELALUI LITERASI DIGITAL Memaksimalkan Potensi Diri di Era Digital Gambar: Siluet seseorang yang sedang memegang smartphone
dengan latar belakang dunia digital yang dinamis. |
“Kayak gini?”,
tanya Domo.
“Selesaikan
dulu, ntar sekaian ngoreksinya”, jawab Mr.
Kemudian Domo
kembali mengutak-atik apa yang tertera di layar monitor.
“Slide 2:
Literasi digital bukan hanya tentang sekedar bisa mengoperasikan gadget. Lebih
dari itu, literasi digital adalah kemampuan untuk memanfaatkan teknologi
sebagai alat untuk mencapai tujuan”, Mr. memberi gambaran.
|
Slide 2 |
Judul: Apa Itu Literasi Digital? ·
Kemampuan menggunakan teknologi digital secara
efektif ·
Meliputi akses, pengelolaan, dan pembuatan
konten digital ·
Keterampilan penting di era informasi Gambar: Ilustrasi orang-orang yang sedang berinteraksi dengan berbagai
perangkat digital (laptop, smartphone, tablet). |
“Slide 3: Di
era digital, informasi begitu mudah diakses. Dengan literasi digital, kita
dapat menyaring informasi yang relevan dan mengabaikan yang tidak penting.
Selain itu, literasi digital juga dapat meningkatkan produktivitas kita dalam
bekerja maupun belajar”, ucap Mr. sambil melihat layar.
|
Slide 3 |
Pentingnya Literasi Digital ·
Akses informasi yang lebih luas ·
Meningkatkan produktivitas ·
Membuka peluang bisnis ·
Memperluas jaringan Gambar: Grafik yang menunjukkan peningkatan penggunaan internet dari
waktu ke waktu. |
“Slide 4:
Perkembangan teknologi digital telah menciptakan banyak lapangan pekerjaan
baru. Dengan memiliki literasi digital yang baik, kita dapat mengeksplorasi
berbagai peluang karier yang menjanjikan”.
|
Slide 4 |
Peluang Karier yang Terbuka Lebar ·
Content creator · Digital
marketer · Data
analyst · Programmer · Influencer Gambar: Kolase gambar yang menggambarkan berbagai profesi di era
digital. |
“Slide 5:
Meningkatkan literasi digital tidaklah sulit. Kita bisa memulainya dengan
hal-hal sederhana seperti mencari tutorial di internet atau mengikuti kursus
online. Yang terpenting adalah konsisten dalam belajar dan berlatih”.
|
Slide 5 |
Cara Meningkatkan Literasi Digital ·
Aktif belajar hal-hal baru ·
Bergabung dengan komunitas online ·
Mengikuti kursus online ·
Praktik secara rutin Gambar: Ilustrasi seseorang yang sedang belajar melalui laptop. |
“Slide 6:
Literasi digital adalah investasi yang sangat berharga. Dengan menguasai
literasi digital, kita dapat membuka peluang yang tak terbatas dan meraih
kesuksesan dalam hidup”, ucap Mr. sambil mengunyah cemilan.
|
Slide 6 |
Kesimpulan ·
Literasi digital adalah kunci sukses di era
digital ·
Manfaatkan teknologi untuk mencapai tujuan ·
Terus belajar dan beradaptasi Gambar: Tulisan "Literasi Digital = Peluang Tak Terbatas"
dengan latar belakang yang menarik. |
“Misalnya nih
Bos, kalau ada pertanyaan ‘Di usia senja, termasuk phobia dengan dunia
digital. Traumatik karena terkena cyberbullying secara mental dan
materi. Ini menyisakan kesan ketidakpercayaan atau lebih ke overprotective
dalam menghadapi setiap interaksi virtual. Bagaimana literasi digital
mempengaruhi interaksi antara individu, masyarakat, dan teknologi?”, Domo
mengilustrasikan.
“Interaksi yang
dibangun harus interaksi yang SEHAT. Ini pentin dalam mindset kita.
Contoh bila kita pengguna media sosial (memanfaatkan wa, IG, FB, dll, maka
tanampkan dalam diri kita meskipun media sosial tidak nampak secara langsung,
akan tetapi saat berinteraksi pastikan seperti di DUNIA NYATA. Bila di dunia
nyata rasa saling menghomati, menghargai dan yang lainnya dilakukan maka di
Media Sosial pun begitu”, beitu jawabn Mr.
“Okey. Yang kedua,
Apakah literasi digital menciptakan kesempatan baru untuk pengembangan ekonomi
dan sosial?”, Domo mengilustrasikan lagi.
“Kesempatan
Baru pastinya akan selalu datang kepada orang-orang yang MAU melihat apapun
sebagai PELUANG/KESEMPATAN. Tergantung dari tujuan orang tersebut”, jawab Mr.
“Yang ketiga, Bagaimana
literasi digital memberikan peluang yang seluas-luasnya untuk menunjang
kesuksesan individu?”, tanya Domo lagi.
“Bicara
KESUKSESAN itu pasti setiap orang akan berbeda memahaminya. Orang dikatakan
SUKSES bila banyak uang, misanya. Akan tetapi bagi Mr. Bams pengertian SUKSES
adalah Pemanfaatkan waktu dalam menggunakan setiap kesempatan yang ada dengan
tujuan ibadah kepada Allah Setiap orang wajib memiliki TUJUAN HIDUP karena
sekarang INFORMASI sudah begitu Dasyat ada di depan mata. Maka DIGITAL
MINIMALIS harus menjadi Keterampilan hidup kita. Maksudnya gunakan Teknologi
ini hanya untuk kebutuhan kita yang sesuai dengan tujuan kita”, Mr. memberikan
jawabannya.
“Trus, Apakah
trik-trik agar literasi digital kita tidak miskonsepsi?”
“Menyikapi
trik-trik agar tidak miskonsepsi tentunya dengan belajar terus menerus.
Mempraktikan apa yang kita bisa lakukan. Mr. Bams berikan RUMUS 4B Mr. Bams .
a) Belajar b) Berkarya c) Berbagi d) Berbakti. Saat kita rajin belajar, maka
jadikanlah sebuah karya yang bisa dibagikan sebagai bentuk berbakti kepada
semuaNYA. Masih ada?”, sambungnya menantang.
“Terasa sekali
manfaatnya dari literasi digital. Tapi dengan pengaruhnya umur dan mata yang
kadang kala tidak bisa diajak untuk bekerjasama bagaimana cara kita agar bisa
konsisten dalam menulis dan berkarya di dunia digital?”, tanya Domo lagi.
“Wah ilustrasinya
orang-orang manula melulu”, ledek Mr.
“Kan pesertanya
manula”, Domo mengingatkan.
“Oh, iya. Nah, Umur
dengan mata akan saling berhubungan. Tak usah khawatir dengan semuanya.
Yakinkanlah saat kita melakukan sesuai dengan kemampuan diri, itu sudah menjadi
ladang kebaikan. Niatkan semuanya ibadah, in syaa allah aktivitas akan
mendapatkan Nilai Tambahan. Konsisten itu bukan Teori, karena konsisten itu
pekerjaan real. Contoh saat dengan Azan mau nya ke Masjid, tapi karena saya
masih belajar bersama ibu-bapak, saya niatkan akan Sholat Ashar setelah ini
selesai. Ada rasa penyesalan saat tidak shola tepat waktu dan tidak di mesjid.
Akan tetapi Allah Maha Tahu. Lakukan dengan riang gembira sesuai kemampuan dan
motivasi ibu dan bapak”, jawabnya.
“Dengan semakin
banyaknya guru junior yang ahli akan digital kita yang senior ini kadang ada
rasa malu dan sedikit ragu untuk maju bersama. Tolong berikan tips dan motivasi
agar guru yang senior tetap bisa aktif di literasi digital”, Domo mengira-ira.
“Ini sebenarnya
membuly. Tapi mungkin nanti ada yang begitu, hehehe. Rasa Malu itu sebagian
dari iman, akan tetapi bila tidak tepat mengapliksikannya maka itu kurang pas.
Rasa Percaya Diri harus dibangun dari dalam, tentunya cari tempat dan orang
yang selalu mendorong kita. Tetap semangat untuk melakukan yang terbaik. Junior
dan senior itu hanya sebutan, karena kehidupan ini dilakukan bergiliran, kita
dilahirkan lebih dulu sehingga dianggap senior, padalah kita tidak pernah minta
dilahirkan kapan. Masih mau ngetes?”, Mr. bercanda.
“Apalagi, ya? Oh,
gini: Bagaimana cara mengembangkan kemampuan analitis dalam literasi digital? Apa
kelebihan web daripada platform lain?”, Domo mengatakannya ragu.
“Jadi gini. Kemampuan
analitis. Sebentar saya coba sederhanakan dengan kata dasarnya yaitu ANALISIS. Kemampuan
Analisis bisa dilatih dari kemampuan berpikir. Berpikir tentang apapun lebih
mendalam. Biasanya analisis ada yang berbasis angka atau deskripsi. Misalnya : Kenapa
saya membuat RAPOR LITERASI dengan menggunakan POIN LITERASI (POIN LITERASI).
Pengamatan saya setiap mengolah data kesungguhan peserta didik khususnya kelas
9 itu sangat rendah. Saya berpikir : Gimana ya caranya agar anak-anak kelas 9
tetap semangat mengikuti kegiatan literasi dan poin literasi nya terjaga bagus.
Maka saya berpikir kemudian mencari berbagai solusi. Untuk mencari solusi
banyak cara, dengan berdiskusi atau mencari referensi yang berhubungan dengan
masalah tersebut. Kemudian semua hasil aktivitas dalam kegiatan literasi saya
dokumentasikan dalam bentuk Rapor Literasi. 1. Poin Literasi (Politera), 2.
Hasil Tes Kecepatan Efektivitas Membaca (KEM), 3. Karya Literasi yang dibuat, 4.
Jumlah buku yang dibaca dalam 1 semeter. Nah, kemudian saya rancang. Di sekolah
saya selalu berkoordinasi dengan KEPALA SEKOLAH untuk terus konsultasi dan menjelaskan apa yang
akan dibuat. KEPSEK pun memberikan kesempatan untuk PRESENTASI dalam RAPAT
DINAS di Semester Ganji TA 23-24 akan tetapi hasilnya belum diputuskan untuk
digunakan. KEPSEK memberikan dukungan dengan mencoba adanya Laporan di Rapor
Bulanan. Jadi ANALISIS merupakan kemampuan berpikir untuk memecahkan masalah
atau mengembangkan sesuatu. Kayaknya capek, deh”, ujar Mr. sambil kucek-kucek.
Subang, 3-1-2025
Resume 18
HADISUSILO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar