Total Tayangan Halaman

Kamis, 02 Januari 2025

KESEMPATAN KE-2

 “Mr., kayaknya AC-nya rusak”, kata Domo.

“Ya, nggak usah di-AC-an”, jawabnya.

“Tapi hareudang, Mr.”, keluh Domo.

“Ya, kipasan”, jawabnya lagi.

“Masih panas”, keluhnya lagi.

“Ya, buka baju”, jawabnya lagi.

“Masa buligir, isin lah. Ya, masuk kulkas. Kayak sayuran. Ya, tambah sirup..hahahaha”, Domo tak menunggu jawaban Mr. Bam. Kemudian keduanya tertawa di tengah udara yang gerah karena AC-nya error.

“Tolong bikini PPT, Dom!”, suruh Mr.

“PT panas dingin?”, tanya Domo.

“Pe..pe..te, pe-nya dua”, kata Mr. dengan suara keras.

“Iya, bos. Maksud aku, soal apa?”, Domo  menegaskan.

“Eehh. CIPTAKAN PELUANG MELALUI LITERASI DIGITAL”, jawabnya dengan tegas.

Dengan sigap Domo memutar musik di PC yang berada dihadapannya. Tangannya menari-nari di atas keyboar-nya.

Slide 1

CIPTAKAN PELUANG MELALUI LITERASI DIGITAL

Memaksimalkan Potensi Diri di Era Digital

Gambar: Siluet seseorang yang sedang memegang smartphone dengan latar belakang dunia digital yang dinamis.

“Kayak gini?”, tanya Domo.

“Selesaikan dulu, ntar sekaian ngoreksinya”, jawab Mr.

Kemudian Domo kembali mengutak-atik apa yang tertera di layar monitor.

“Slide 2: Literasi digital bukan hanya tentang sekedar bisa mengoperasikan gadget. Lebih dari itu, literasi digital adalah kemampuan untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk mencapai tujuan”, Mr. memberi gambaran.

Slide 2

Judul: Apa Itu Literasi Digital?

·       Kemampuan menggunakan teknologi digital secara efektif

·       Meliputi akses, pengelolaan, dan pembuatan konten digital

·       Keterampilan penting di era informasi

Gambar: Ilustrasi orang-orang yang sedang berinteraksi dengan berbagai perangkat digital (laptop, smartphone, tablet).

“Slide 3: Di era digital, informasi begitu mudah diakses. Dengan literasi digital, kita dapat menyaring informasi yang relevan dan mengabaikan yang tidak penting. Selain itu, literasi digital juga dapat meningkatkan produktivitas kita dalam bekerja maupun belajar”, ucap Mr. sambil melihat layar.

Slide 3

Pentingnya Literasi Digital

·       Akses informasi yang lebih luas

·       Meningkatkan produktivitas

·       Membuka peluang bisnis

·       Memperluas jaringan

Gambar: Grafik yang menunjukkan peningkatan penggunaan internet dari waktu ke waktu.

“Slide 4: Perkembangan teknologi digital telah menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru. Dengan memiliki literasi digital yang baik, kita dapat mengeksplorasi berbagai peluang karier yang menjanjikan”.

Slide 4

Peluang Karier yang Terbuka Lebar

·       Content creator

·       Digital marketer

·       Data analyst

·       Programmer

·       Influencer

Gambar: Kolase gambar yang menggambarkan berbagai profesi di era digital.

“Slide 5: Meningkatkan literasi digital tidaklah sulit. Kita bisa memulainya dengan hal-hal sederhana seperti mencari tutorial di internet atau mengikuti kursus online. Yang terpenting adalah konsisten dalam belajar dan berlatih”.

Slide 5

Cara Meningkatkan Literasi Digital

·       Aktif belajar hal-hal baru

·       Bergabung dengan komunitas online

·       Mengikuti kursus online

·       Praktik secara rutin

Gambar: Ilustrasi seseorang yang sedang belajar melalui laptop.

“Slide 6: Literasi digital adalah investasi yang sangat berharga. Dengan menguasai literasi digital, kita dapat membuka peluang yang tak terbatas dan meraih kesuksesan dalam hidup”, ucap Mr. sambil mengunyah cemilan.

Slide 6

Kesimpulan

·       Literasi digital adalah kunci sukses di era digital

·       Manfaatkan teknologi untuk mencapai tujuan

·       Terus belajar dan beradaptasi

Gambar: Tulisan "Literasi Digital = Peluang Tak Terbatas" dengan latar belakang yang menarik.

“Misalnya nih Bos, kalau ada pertanyaan ‘Di usia senja, termasuk phobia dengan dunia digital. Traumatik karena terkena cyberbullying secara mental dan materi. Ini menyisakan kesan ketidakpercayaan atau lebih ke overprotective dalam menghadapi setiap interaksi virtual. Bagaimana literasi digital mempengaruhi interaksi antara individu, masyarakat, dan teknologi?”, Domo mengilustrasikan.

“Interaksi yang dibangun harus interaksi yang SEHAT. Ini pentin dalam mindset kita. Contoh bila kita pengguna media sosial (memanfaatkan wa, IG, FB, dll, maka tanampkan dalam diri kita meskipun media sosial tidak nampak secara langsung, akan tetapi saat berinteraksi pastikan seperti di DUNIA NYATA. Bila di dunia nyata rasa saling menghomati, menghargai dan yang lainnya dilakukan maka di Media Sosial pun begitu”, beitu jawabn Mr.

“Okey. Yang kedua, Apakah literasi digital menciptakan kesempatan baru untuk pengembangan ekonomi dan sosial?”, Domo mengilustrasikan lagi.

“Kesempatan Baru pastinya akan selalu datang kepada orang-orang yang MAU melihat apapun sebagai PELUANG/KESEMPATAN. Tergantung dari tujuan orang tersebut”, jawab Mr.

“Yang ketiga, Bagaimana literasi digital memberikan peluang yang seluas-luasnya untuk menunjang kesuksesan individu?”, tanya Domo lagi.

“Bicara KESUKSESAN itu pasti setiap orang akan berbeda memahaminya. Orang dikatakan SUKSES bila banyak uang, misanya. Akan tetapi bagi Mr. Bams pengertian SUKSES adalah Pemanfaatkan waktu dalam menggunakan setiap kesempatan yang ada dengan tujuan ibadah kepada Allah Setiap orang wajib memiliki TUJUAN HIDUP karena sekarang INFORMASI sudah begitu Dasyat ada di depan mata. Maka DIGITAL MINIMALIS harus menjadi Keterampilan hidup kita. Maksudnya gunakan Teknologi ini hanya untuk kebutuhan kita yang sesuai dengan tujuan kita”, Mr. memberikan jawabannya.

“Trus, Apakah trik-trik agar literasi digital kita tidak miskonsepsi?”

“Menyikapi trik-trik agar tidak miskonsepsi tentunya dengan belajar terus menerus. Mempraktikan apa yang kita bisa lakukan. Mr. Bams berikan RUMUS 4B Mr. Bams . a) Belajar b) Berkarya c) Berbagi d) Berbakti. Saat kita rajin belajar, maka jadikanlah sebuah karya yang bisa dibagikan sebagai bentuk berbakti kepada semuaNYA. Masih ada?”, sambungnya menantang.

“Terasa sekali manfaatnya dari literasi digital. Tapi dengan pengaruhnya umur dan mata yang kadang kala tidak bisa diajak untuk bekerjasama bagaimana cara kita agar bisa konsisten dalam menulis dan berkarya di dunia digital?”, tanya Domo lagi.

“Wah ilustrasinya orang-orang manula melulu”, ledek Mr.

“Kan pesertanya manula”, Domo mengingatkan.

“Oh, iya. Nah, Umur dengan mata akan saling berhubungan. Tak usah khawatir dengan semuanya. Yakinkanlah saat kita melakukan sesuai dengan kemampuan diri, itu sudah menjadi ladang kebaikan. Niatkan semuanya ibadah, in syaa allah aktivitas akan mendapatkan Nilai Tambahan. Konsisten itu bukan Teori, karena konsisten itu pekerjaan real. Contoh saat dengan Azan mau nya ke Masjid, tapi karena saya masih belajar bersama ibu-bapak, saya niatkan akan Sholat Ashar setelah ini selesai. Ada rasa penyesalan saat tidak shola tepat waktu dan tidak di mesjid. Akan tetapi Allah Maha Tahu. Lakukan dengan riang gembira sesuai kemampuan dan motivasi ibu dan bapak”, jawabnya.

“Dengan semakin banyaknya guru junior yang ahli akan digital kita yang senior ini kadang ada rasa malu dan sedikit ragu untuk maju bersama. Tolong berikan tips dan motivasi agar guru yang senior tetap bisa aktif di literasi digital”, Domo mengira-ira.

“Ini sebenarnya membuly. Tapi mungkin nanti ada yang begitu, hehehe. Rasa Malu itu sebagian dari iman, akan tetapi bila tidak tepat mengapliksikannya maka itu kurang pas. Rasa Percaya Diri harus dibangun dari dalam, tentunya cari tempat dan orang yang selalu mendorong kita. Tetap semangat untuk melakukan yang terbaik. Junior dan senior itu hanya sebutan, karena kehidupan ini dilakukan bergiliran, kita dilahirkan lebih dulu sehingga dianggap senior, padalah kita tidak pernah minta dilahirkan kapan. Masih mau ngetes?”, Mr. bercanda.

“Apalagi, ya? Oh, gini: Bagaimana cara mengembangkan kemampuan analitis dalam literasi digital? Apa kelebihan web daripada platform lain?”, Domo mengatakannya ragu.

“Jadi gini. Kemampuan analitis. Sebentar saya coba sederhanakan dengan kata dasarnya yaitu ANALISIS. Kemampuan Analisis bisa dilatih dari kemampuan berpikir. Berpikir tentang apapun lebih mendalam. Biasanya analisis ada yang berbasis angka atau deskripsi. Misalnya : Kenapa saya membuat RAPOR LITERASI dengan menggunakan POIN LITERASI (POIN LITERASI). Pengamatan saya setiap mengolah data kesungguhan peserta didik khususnya kelas 9 itu sangat rendah. Saya berpikir : Gimana ya caranya agar anak-anak kelas 9 tetap semangat mengikuti kegiatan literasi dan poin literasi nya terjaga bagus. Maka saya berpikir kemudian mencari berbagai solusi. Untuk mencari solusi banyak cara, dengan berdiskusi atau mencari referensi yang berhubungan dengan masalah tersebut. Kemudian semua hasil aktivitas dalam kegiatan literasi saya dokumentasikan dalam bentuk Rapor Literasi. 1. Poin Literasi (Politera), 2. Hasil Tes Kecepatan Efektivitas Membaca (KEM), 3. Karya Literasi yang dibuat, 4. Jumlah buku yang dibaca dalam 1 semeter. Nah, kemudian saya rancang. Di sekolah saya selalu berkoordinasi dengan KEPALA SEKOLAH untuk  terus konsultasi dan menjelaskan apa yang akan dibuat. KEPSEK pun memberikan kesempatan untuk PRESENTASI dalam RAPAT DINAS di Semester Ganji TA 23-24 akan tetapi hasilnya belum diputuskan untuk digunakan. KEPSEK memberikan dukungan dengan mencoba adanya Laporan di Rapor Bulanan. Jadi ANALISIS merupakan kemampuan berpikir untuk memecahkan masalah atau mengembangkan sesuatu. Kayaknya capek, deh”, ujar Mr. sambil kucek-kucek.

 

Subang, 3-1-2025

Resume 18

HADISUSILO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar