Total Tayangan Halaman

Senin, 30 Desember 2024

EXPLORE

 Matahari tak ingkar janji

rintangan ia hadapi

rintangan datang berganti

angin mengusir semampu membantu

Apa daya jika terlalu

Sebait puisi merintang waktu di hari yang tak muncul matahari yang dinanti. Sejak pagi awan menutupi langit. ‘Mendung Tanpo Udan’ mungkin sebuah lagu yang mewakili hari ini.

“Pa, jadi nggak kita pergi”, Chen menanyakan pada papanya.

“Kita tunda aja ya!”, jawab papanya dengan harapan.

“Tapi kenapa?”, Chen minta penjelasan.

“Nak, kata BMKG, seminggu ini cuaca ekstrim, lebih baik kita di rumah aja”, jelas papanya.

“Eskrim kan enak, Pa?”, ujar Chen.

“Hehehe, ekstrim, bukan eskrim. Ekstrim itu melebihi batas. Maksudnya cuacanya nggak menentu, tak terduga, berbahaya”, jawab papanya.

Suasana menjadi hening. Chen kecewa karena tak jadi pergi. Padahal ia sudah bersiap-siap untuk berlibur sesuai janji papanya.

“Bagaimana kalau kita menjelajah di rumah aja?”, tanya papanya.

“Menjelajah kok di rumah, gemana Papa nih?”, Chen kecewa.

“Kita menjelajah di dunia maya, oke?”, papanya menjelaskan sambil menjulurkan tangannya untuk tos.

Chen dengan malas membalasnya. Kemudian mereka berpelukan. Chen lalu duduk di samping papanya yang sedang duduk sambil menikmati teh.

“Menjelajah alam digital yang luas bisa berarti banyak hal yang kita dapat. Misalnya; Eksplorasi teknologi,  Jelajahi internet, Dunia game, Pembelajaran online atau yang lainnya. Mana yang kamu suka?”, papanya memulai.

“Main gim, Pa”, jawabnya semangat.

“Bagus, tapi papa mau mulai dengan yang berhubungan dengan sekolah”, ujar papanya.

“Kan baru libur masa ngomongin sekolah?”, protes anaknya.

“Ntar soal gim buat penutupnya, oke?”, jelas papanya.

Chen hanya menaikkan bahunya tanda terserah pada papanya.

“Di era digital ini, perkembang teknologi di bidang informasi teknolgi berdampak juga pada dunia pendidikan. Dipacu lagi pada masa pandemi, teknologi digital ini meningkat penggunaannya. Dan juga memacu dunia pendidikan untuk cepat beradaptasi menghadapi perubahan yang terjadi”, Koko memulainya.

“Kok kayak ngasih materi sama peserta seminar, Pa?”, Chen heran.

“Ya, anggap aja kamu peserta pelatihan, hehehe”, papanya tak mau kalah.

“Siap, aku menyimak. Lanjut”, Chen memberikan semangat.

“Okey. Peran Teknologi Digital dalam Pendidikan; pertama, Akses Informasi yang luas: Pendidik mebuka akses ke sumber daya tanpa batas, platform seperti e-book, jurnal online, dan video pembelajaran. Kedua, Pembelajaran Berbasisi Teknologi: Pembelajaran daring (online learning) memungkinkan belajar kapan saja dan dimana saja. Ketiga, Kustomisasi Pendidikan: Teknologi seperti AI dapat menyesuaikan mteri dengan kebutuhan individu. Dan yan keempat, Kolaborasi Global: yaitu Diskusi lintas negara melalui forum, webinar, atau platform pembelajaran kolaboratif”, Koko bersemangat.

“Gitu doang, Pa?”

“Nggaklah. Keluasaan yang tercipta dari alam digital ini sebaiknya dapat juga meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Peran yang pertama, ini akan membantu bapak ibu dalam mencari informasi. Dahulu mungkin kita perlu menyediakan waktu khusus pergi ke perpustakaan untuk mencari informasi itu di berbagai buku yang tersedia. saat ini dalam hitungan detik saja, kita dapat menemukan informadi dengan bantuan mesin pencari, seperti google. Peran kedua  dari teknologi digital ini, terlah kita rasakan pada saat pandemi covid lalu. Dapat dibayangkan tanpa teknologi ini, kemungkinan sekolah dan aktivitas lainnya akan terhambat. Peran ketiga ini, sedang ramai juga dibicarakan dan sedang berkembang luar biasa. AI (Artificial Intelligence), ini sangat membantu berbgaai pekerjaan kita, termasuk menyesuaikan materi pengajaran. Bahkan saya sedang mencoba juga sesat keterampilan baru dan program belajarnya lewat AI ini. Peran ke empat tidak kalah pentingnya bagi dunia pendidikan. dl mungkin kita harus menunggu beberpa waktu untuk mendapatkan informasi atau hasil penelitian terbaru. Saat ini kita bahkan dapat berkolaborasi, mendapatkan informasi terkkini dari narasumbernya langsung, tapa perlu meninggalkan tempat kita”, jelasnya lagi.

“Wuiiih, Papa memang hebat. Ntar jadi pembicara di sekolah aku, ya?”, anaknya memberi semangat.

“Tetapi perlu diingat juga karena luasnya dan banyaknya informasi kita perlu melatih kemampuan literasi kita. Dari peran-peran tersebut, berbagai situs maupun aplikasi (perangkat lunak) bermunculan untuk mempermudah berbagai aspek kehidupan termasuk dalam dunia pendidikan. Berikut bebarapa alat bantu dalam dunia pendidikan”, Koko menalnjutkan.

“Trus apalagi, Pa?”, Chen memancingnya.

“Alat dan Teknologi Utama; 1. Learning management systems (LMS): moodle, google classroom, Edmodo. 2. Aplikasi pembelajaran interaktif: duolingo, khan academy, quizizz. 3. Virtual reality (VR) dan Augmented reality (AR): simulasi visualisasi konsep-konsep sulit. Dan 4. AI dan machine learning: analisis kemajuan siswa, pembuatan rencana belajar personalisasi”, ujar Koko.

“Pa, minum dulu, nih!”, Chen memberikan minuman untuk papanya.

“Semuanya dapat kita akses baik dengan menggunakan komputer, smartphone kita atau gawai lainya. Sehingga kita memiliki istilah dunia dalam genggaman. Jadi jangan cuma buat main gim doang”, Koko mengingatkan.

“Tapi kan harus ada aplikasinya, Pa?”, tanya Chen.

“Sama aja kan, gim juga pake aplikasi. Untuk jenis perangkat lunak yang pertama, kamu kan pernah menggunakannya terutama saat online learning. Beberapa tahun lalu untuk perangkat lunak di kelompok dua, yaitu Aplikasi Pembelajaran Interaktif, beberapa gurumu yang hebat juga pernah menggunakannya bahkan sampai saat ini masih ada yang menggunakannya termasuk saya dalam proses mengajar. Sedangkan untuk perangkat lunak di kelompok ketiga memang belum terlalu familiar, tapi bukan berarti tidak digunakan, dapat menggunakan VR dan AR  mendapat pengalaman. Misal : untuk reaksi kimia tertentu yang bahan nya relatif mahal, atau berbahasa dapat dilakukan dalam laboratorium virtual, sehingga dapat menekan biaya operasional dan juga menggurangi resiko berbahaya pada peserta didik

Wooow materi yg sangat menarik”, jelas Koko.

“Pa, kasihan, ya. Temen-temen yang nggak bisa internetan”, keluh Chen.

“Ya ya ya. Tantangan dalam Menjelajhi Dunua Digital karena Kesenjangan akses teknologi: Tidak semua memiliki akses ke perangkat dan internet atau Ketergantungan teknologi: Mengurangi interaksi langsung, mungkin juga karena Keamanan data dan privasi: Ancaman kebocoran data pribadi”, ujar Koko.

“Trus gemana dong Pa?”, tanya Chen.

“Solusi untuk Mengoptimalkan Digitalisasi Pendidikan pertama, Infrastruktur Teknologi yang Merata: Penyediaan perangkat murah dan akses internet. Kedua, Pelatihan Guru: Meningkatkan kemampuan tenaga pengajar dalam menggunakan teknologi. Ketiga, Penerapan Kebijakan Keamanan Data: Perlindungan privasi siswa dan data institusi. Dan yang terakhir, Integrasi Teknologi dengan Metode Tradisional: Mengombinasikan pembelajaran digital dengan pembelajaran tatap muka”, jelasnya.

“Apalgi, Pa?”, Chen bertanya sambil menguap.

“Masa Depan Pendidikan Digital, Hybrid Learning: kombinasi online (daring) dan offline (luring). Peningkatan Realitas Virtual dan AI: membawa pendidikan Tingkat imersi yang lebih tinggi. Pendidikan Berkelanjutan: teknologi memungkinkan pembelajaran sepanjang hayat. Pembelajaran Mandiri: baik sisw maupun guru dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan yang tidak dipelajari di sekolah. Alam digital sebagai peluang besar: dengan strategi yang tepat, teknologi dapat memajukan pendidikan. Pentingnya kolaborasi: antara pemerintah, sekolah, guru, siswa, dan masyarakat untuk memaksimalkan manfaat teknologi digital. “teknologi adalah alat: tujuan akhir tetaplah manusia yang terdidik dan bermartabat”, gitu princesku”, Koko menjelaskan.

Ternyata putrinya sudah pindah ke alam maya. Kemudian dibenarkannya posisinya. Dikasih bantal dan dibiarkannya terlelap dalam mimpinya.

Subang, 31-12-2024

Resume 15

HADISUSILO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar