Total Tayangan Halaman

Jumat, 20 Desember 2024

HOBI

 Postingan di medsos ramai oleh penilaian dan pengisian rapor. Ini berarti aura liburan sudah terasa. Di televisi sering disiarkan berita libur nataru.

Lely tak merencanakan liburan di akhir tahun ini. Ia ingin memanfaatkan waktu liburnya untuk kegiatan yang bisa menjadikannya fresh walaupun bukan traveling. Ia merebahkan badannya di karpet bludru di depan tivi. Bantal panjang mengganjal kepalanya. Tangannya memegang gawai kesayangannya. Sebentar berganti dengan remote tivi untuk memindahkan chanel yang ada acara yang lebih menarik. Sesekali menguap panjang. Matanya mulai meredup. Akhirnya tivi yang diputarnya yang menyaksikan tidurnya. Lely merasa terhormat berada di kursi yang berhadapan dengan kursi lainnya di suatu panggung. Ia membaca tulisan yang terpampang di banner ‘Mengembangkan Minat dan Bakat Melalui Dunia Digital’ sebagai judul. Tertulis namanya sebagai moderator dan Dail Ma’ruf, M.Pd. sebagai narasumber. Terdapat logo PGRI di sudut kanan.

Lely melayangkan pandangannya ke seluruh ruangan. Tak ada seorang pun. Hanya kursi-kursi kosong tertata di depan panggung. Mikropon yang tertempel dibajunya terasa agak mengganggu gerakannya. Ia mencoba memindahkan mikropon ke sebelah sisi kirinya. Ia mencoba berbicara. Tak ada suara terdengar dari sound system. Kemudian ia memindahkan kembali ke sisi kanan. Ia mencoba berbicara. Suaranya menggema ke seluruh ruangan.

“Ini kayaknya bukan seminar biasa, deh”, pikirnya. Ia lebih yakin kalau acaranya sebuah talk show, dan ia menjadi host-nya. Tetapi apapun namanya Lely tak memedulikannya. Ia berharap acaranya lancar dari awal sampai akhir. Bermanfaat bagi masyarakat.

“Bu Lely sudah siap?”, seseorang mengagetkannya.

“Siyap”, jawabnya agak gugup.

“Bisa kita mulai sekarang?”, tanyanya  lagi.

“Bapak Dail Ma’ruf?”, tanyanya ragu.

“Ya, saya sendiri”, jawabnya singkat.

Setelah menata detak jantung dan komat-kamit entah mengucapkan sesuatu yang tak terdengar, Lely duduk dengan tegap.

“Assalamu’alaikum warahmatulullahi wabarakaatuh”, ucapnya lantang terdengar sampai ke sudut-sudut ruangan.

“Waalaikumussalam warahmatulullahi wabarakaatuh”, jawab Pak Dail.

Lely segera mengucapkan banyak kata pembukaan kepada audience kemudian memperkenalkan sang narasumber.

“Narasumber kali ini Bapak Dail Ma’ruf, M.Pd. Lahir pada 13 Mei 1977 di Serang. Setelah menyelesaikan Pendidikan dasar dan menengahnya, beliau menyelesaikan S1 bahasa arab, dilanjutkan dengan S2, dan sekarang sedang menempuh Pendidikan S3 di UMM. Selain sebagai peneliti belaiu juga pernah mengajar dibeberapa sekolah sampai sebelum mendirikan Yayasan Yasalam di tahun 2022. Pada tahun berikutnya mendirikan Portal online Melintas Pendidikan bersama tiga rekannya yaitu saya sendiri Lely, Pak Ahmad, dan Pak Brian. Beliau juga menjadi instruktur dan narasumber”, panjang lebar Lely memperkenalkan narasumbernya.

“Terima kasih Bu Lely”, ucapnya singkat.

“Hadirin sekalian selanjutnya kita akan berbincang-bincang dengan beliau sampai tuntas”, tutur Lely selanjutnya.

“Silakan, dimulai dari mana?”, Pak Dail menyilakan.

“Di masa kini hampir setiap orang bermain di dunia digital. Nah bagaimana caranya agar kit aini ni bukan hanya sebagai penonton yang hanya bertepuk tangan, teriak-teriak sambil ngopi. Gemana ini?”, sebuah pertanyaan awal dari Lely.

“Betul sekali. Sepertinya hanya buang uang sia-sia kalau kita tak pandai memanfaatkan dunia digital yang kita jalani. Perkembangan teknologi sangat cepat sehingga memengaruhi berbagai aspek kehidupan seperti pekerjaan, pendidikan, dan interaksi sosial”, jawabnya.

“Lalu bagaimana seharusnya kita menyikapi hal tersebut?”, pertanyaan Lely selanjutnya.

“Karena perkembangan teknologi yang cepat tersebut, kita harus mengimbanginya dengan mengembangkan potensi pada diri kita”, jelasnya.

“Caranya?”

“Ada 6 alasan mengapa kita harus mengembangkan potensi diri di era digital saat ini. Pertama, mengembangkan potensi diri dengan teknologi, komunikasi, dan kreativitas agar tetap relevan dan kompetitif. Kedua, beradaptasi dengan perubahan perkembangan teknologi. Ketiga, menciptakan peluang baru agar dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencapai tujuan. Keempat, meningkatkan efisiensi dan produktivitas keterampilan digital seperti menggunakan perangkat lunak, alat kolaborasi, atau kecerdasan buatan baik dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari. Kelima, memperluas jaringan dan relasi. Digitalisasi memungkinkan orang dengan mudah terhubung dengan platform media sosial atau komunitas online. Keenam, meningkatkan kreativitas dan inovasi. Dengan akses informasi  yang melimpah dan alat-alat kreativitas berbasis teknologi, kita bisa  menyelesaikan masalah, menciptakan produk, atau memberikan solusi inovatif”, jelasnya panjang lebar.

“Wah wah wah”, ucap Lely sambil bertepuk tangan.

Pak Dail mengambil minum yang sudah disediakan di gelas jernih. Basah bibirnya diusap dengan tisu dekat vas bunga.

“Kita terus?”, tantangnya kemudian.

“Ok. Dengan 6 alasan yang Bapak sebutkan tadi, terus bagaimana caranya kita meningkatkan potensi diri?”, sambung Lely.

“Nah, ini poin kita. Langkah yang pertama, kita harus menemukan passion kita. Kegiatan apa yang membuat kita bahagia, semangat, menuliskah, bikin videokah, atau apalah. Dari salah satu kegiatan tersebut yang paling membuat kita bahagia dan semangat, itulah passion kita”.

“Bisa dipahami. Lanjut”, ucap Lely.

“Langkah kedua, pelajari keterampilan baru. Sesudah menjalani passion, kembangkan dengan keterampilan baru yang bisa meningkatkan aktualisasi diri”.

“Berarti selain passion yang kita punya, kita harus mengembangkan diri dengan keterampilan baru gitu?”, Lely mempertegas.

“Betul. Langkah selanjutnya yang ketiga, membangun portofolio digital. Apa itu portofolio digital? Kita harus memiliki berbagai macam aku medsos. Kemudian kembangkan lagi dengan akun blog. Semua akun bisa digunakan untuk mempublikasikan apa yang sudah kita produksi ke semua akun medsos. Kemudian langkah keempat adalah mengikuti atau bergabung dengan komunitas online. Lingkungan akan membentuk karakter. Dengan bergabung dengan komunitas online niscaya karakter kita akan terbentuk secara perlahan-lahan. Langkah yang kelima yaitu membangun personal branding. Langkah ini mungkin tak semua orang bisa melampuinya. Seperti yang saya alami. Saya bisa dijuluki presiden lomba dengan melalui tahapan yang tida mudah. Dan langkah terakhir adalah eksplorasi teknologi baru dengan puncaknya adalah artificial intelegence (AI). Tamat”, Pak Dail mengakhiri.

“Pakeet”, suara dari luar mengagetkan Lely. Ia tersentak dan segera bangun mendengar suara dari luar. Kemudian ia membuka pintu. Di luar sudah ada tukang paket yang menenteng sebuah paket.

“Lely  Suryani?”, tanya tukang paket. Lely menganggguk.

Tukang paket memberikan paket yang dibawanya.

“Boleh ambil foto?”, tanya tukang paket lagi.

Resume 3, 20-12-2024

HADISUSILO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar