Total Tayangan Halaman

Selasa, 24 Desember 2024

MAXIM PASSION

 Ini hari ketiga anak-anak libur sekolah. Kalau siswa libur otomatis gurunya juga libur. Inilah yang disukai oleh Dadi. Pekerjaan yang banyak liburnya, ya guru. Ia membayangkan jika dirinya diangkat menjadi ASN, pasti hidupnya lebih layak daripada sekarang. Dan itu sebenarnya yang ditentang oleh ibunya.

“Kamu kalau jadi guru pegawai negeri, akan banyak makan uang haram”, begitu ucap ibunya suatu kali., “Kan ada aturanya, Mak. Guru itu ya kalau muridnya libur, ya libur. Memang mau ngajar meja kursi”, Dadi membantahnya.

“Ah, mak nggak yakin kalau aturannya begitu. Masa ada orang nggak kerja dibayar”, bantah ibunya.

“Apalagi yang sudah pension, Mak. Terima gaji buta doang. Enak, kan, Mak”, tutur Dadi.

“Terserah kamulah, belum juga jdi pegawai, eee udah mau pension”, ujar ibunya.

Walaupun sering beradu mulut namun Dadi tak pernah melewatkan ekerjaannya membantu ibunya dagang bubur ayam.

Berbagai macam orang pernah ditemuinya di warung kaki lima tempat ibunya mangkal. Berbagai karakter juga pernah ditemuinya. Seperti kemarin, ada seorang guru yang pekerjaan pokoknya perusahaan konveksi. Orang tersebut telah memberikan sebuah link grup WA. Ia kemudian bergabung dalam grup tersebut. Ia tak mengenal siapa-siapa dalam grup itu. Ia mengambil keputusan bergabung saja. Seperti penjelasan dalam grup bahwa setiap hari ada pemaparan materi melalui pesan WA. Selama pemaparan materi hanya narasumber dan moderator yang dapat berkirim pesan. Selebihnya hanya bisa membaca mengikuti penjelasan narasumber. Terkadang diselingi oleh pesan yang ditulis oleh moderator.

Karena hari pertama, Dadi agak nervous. Ia menunggu waktu yang sudah ditetukan ole penyelenggara. Link presensi dikirimkan. Dadi buru-buru mengisinya. Tak lama kemudian Dadi membuka alpikasi docs reader di hapenya. Pesan-pesan yang dianggap materi penting dikopi dan dipindahkan ke aplikasi tersebut.

 

Narasumber: Raliyanti, S.Sos., S.Kom.

Moderator: Sim Chung Wei, S.P. (Koko Sim)

Sebagai generasi yang hidup di zaman transformasi digital, kita memiliki peluang besar untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi melalui teknologi. Namun, peluang ini tentu harus disertai dengan keterampilan dan strategi yang tepat.

Era digital telah mengubah cara kita bekerja, belajar, dan juga berinteraksi. Teknologi memang menawarkan peluang yang tanpa batas, tetapi untuk benar-benar sukses di dunia digital, kita harus tahu bagaimana memaksimalkan potensi diri.

Bapak/ibu di sini bisa jadi mengalami perkembangan teknologi yang pesat dari komputer belum ada, sampai ada secanggih sekarang, dari belum ada hape sampai muncul dengan model hape smart.

Jadi, sebuah keuntungan tersendiri bagi generasi kita. Anak-anak generasi sekarang hidup berdampingan dengan teknologi. Makanya mereka merasa biasa saja. Anak-anak sekarang belum pernah mengalami komputer yang "lola"nya kebangetan. Tapi dulu heran juga, bisa sesabar itu menunggu komputer loading. Dulu mulai dari pakai DOS sampai sekarang sudah bisa terhubung dengan internet. Sekarang sudah gak kelihatan lagi DOS-nya.

Internet masih susah dan sekarang bangun tidur langsung scroll dengan lancarnya. Dulu mau buka satu halaman web saja kita perlu ke warnet. Gara-gara teknologi juga kita ada pergeseran interaksi.

Kita bisa belajar online seperti ini juga karena perkembangna teknologi. Tidak terbayang ketika terjadi pandemi kemarin dan internet belum ditemukan. Yang pasti begitu banyak kemudahan dan peluang dari teknologi yang bisa kita manfaatkan untuk kehidupan kita.

Ini salah satu manfaat yang kita rasakan. Lalu bagaimana kita mengoptimalkan teknologi ini?

Dengan fasilitas yang luas ini, tentunya harus kita gunakan sebaik-baiknya, karena biasanya setiap teknologi seperti dua sisi mata uang

ya.. bener sekali.

Ada beberapa langkah ampuh yang dapat membantu kita untuk menjadi unggul di era digital:

1.      Tingkatkan Literasi Digital

Kemampuan memahami dan menggunakan teknologi secara efektif ini adalah fondasi utama. Kita harus mempelajari alat-alat digital, seperrti aplikasi-aplikasi yang membantu kita dalam bekerja, desain grafis dan analisa data. Bukan hanya mampu menggunakan alat digital, kita juga harus paham keamanan digital termasuk pengelolaan kata sandi, autentikasi dua langkah, dan penyaringan konten negatif. Selanjutnya. mengembangkan kemampuan riset online, dengan cara membaca lateral dan mengevaluasi sumber informasi itu semua fondasi utama dalam kemampuan literasi digital.

2.      Bangun Personal Branding di Platform Digital

Identitas digital yang kuat bisa menjadi aset berharga. Seperti Om Jay, branding-nya sudah kuat sebagai guru blogger. Coba cari di google ketik nama Om Jay pasti keluar semua yang berhubungan dengan kegiatan beliau. Koko Sim juga kelihatan sudah merapikan sosmed, membangun branding. Bagaimana caranya membangun branding? Kita bisa gunakan media sosial secara profesional, seperti instagram, LinkedIn, tiktok atau platform lain yang relevan dengan bidang yang kita kuasai. Buat konten yang bermakna sesuai dengan minat atau keahlian. Tingkatkan keterlibatan online, dengan cara berkolaborasi, memberikan komentar konstruktif, dan berbagi wawasan

3.      Tingkatkan Keterampilan Teknologi

Era digital menuntut keahlian yang relevan, misalnya belajar coding atau pengembangan aplikasi, untuk meningkatkan daya saing. Ini bisa kita sarankan ke anak-anak kita kalau kita belum sanggup mempelajarinya, tapi kita bisa memanfaatkan AI dan otomatisasi, untuk meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan.

4.      Jadilah Kreator, Bukan Hanya Konsumen

Jangan hanya menjadi penikmat teknologi; jadilah innovator. Caranya; Kreasikan konten digital, seperti blog, video, atau infografis sehingga bisa memberikan nilai tambah. Ciptakan produk digital, seperti aplikasi, kursus online, atau e-book yang sesuai dengan kebutuhan pasar

5.      Tingkatkan Jaringan Digital

Koneksi adalah kunci di dunia digital. Bapak/ibu bisa mengikuti komunitas online yang relevan dengan minat atau profesi. Manfaatkan peluang kolaborasi, melalui platform free atau media sosial. Jalin hubungan dengan professional dari berbagai bidang untuk mendapatkan wawasan baru. Lebih lengkapnya bisa baca buku saya bersama Prof. Eko tentang Personal Learning Network.

6.      Manajemen Waktu dan Produktivitas Digital

Dunia digital penuh dengan distraksi. Jadi kuasai manajemen waktu agar tetap produktif. Kita bisa gunakan aplikasi untuk mengatur tugas dan proyek untuk meningkatkan fokus,  kita bisa terapkan teknik Pomodoro. Apa itu pomodoro? Hindari juga overload informasi. Teknik Pomodoro: metode manajemen waktu yang membagi pekerjaan atau belajar menjadi interval-interval waktu dengan jeda istirahat di antaranya. Teknik ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan fokus, serta melatih pengaturan waktu yang efektif.

7.      Selalu Adaptif dan Belajar Hal Baru

Caranya bisa dengan mengikuti kursus online. Tetap update dengan tren teknologi terbaru seperti AI. Menjadi pribadi yang terbuka terhadap perubahan dan tantangan baru. Dunia digital adalah peluang besar jika kita mampu memanfaatkannya dengan tepat

Tujuh langkah di atas, dapat membuat kita menjadi bagian dari perubahan besar yang mengantarkan dunia ke masa depan.

“Mak, mau pulang?”, tanya Dadi melihat ibunya berkemas-kemas.

“Lah, kamu dari tadi main hape melulu”, gerutu ibunya.

Subang, 24-12-2024

Resume 8

HASIDUSILO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar