Ini hari ketiga anak-anak libur sekolah. Kalau siswa libur otomatis gurunya juga libur. Inilah yang disukai oleh Dadi. Pekerjaan yang banyak liburnya, ya guru. Ia membayangkan jika dirinya diangkat menjadi ASN, pasti hidupnya lebih layak daripada sekarang. Dan itu sebenarnya yang ditentang oleh ibunya.
“Kamu kalau
jadi guru pegawai negeri, akan banyak makan uang haram”, begitu ucap ibunya
suatu kali., “Kan ada aturanya, Mak. Guru itu ya kalau muridnya libur, ya
libur. Memang mau ngajar meja kursi”, Dadi membantahnya.
“Ah, mak nggak
yakin kalau aturannya begitu. Masa ada orang nggak kerja dibayar”, bantah
ibunya.
“Apalagi yang
sudah pension, Mak. Terima gaji buta doang. Enak, kan, Mak”, tutur Dadi.
“Terserah
kamulah, belum juga jdi pegawai, eee udah mau pension”, ujar ibunya.
Walaupun sering
beradu mulut namun Dadi tak pernah melewatkan ekerjaannya membantu ibunya
dagang bubur ayam.
Berbagai macam
orang pernah ditemuinya di warung kaki lima tempat ibunya mangkal. Berbagai
karakter juga pernah ditemuinya. Seperti kemarin, ada seorang guru yang
pekerjaan pokoknya perusahaan konveksi. Orang tersebut telah memberikan sebuah
link grup WA. Ia kemudian bergabung dalam grup tersebut. Ia tak mengenal
siapa-siapa dalam grup itu. Ia mengambil keputusan bergabung saja. Seperti
penjelasan dalam grup bahwa setiap hari ada pemaparan materi melalui pesan WA.
Selama pemaparan materi hanya narasumber dan moderator yang dapat berkirim
pesan. Selebihnya hanya bisa membaca mengikuti penjelasan narasumber. Terkadang
diselingi oleh pesan yang ditulis oleh moderator.
Karena hari
pertama, Dadi agak nervous. Ia menunggu waktu yang sudah ditetukan ole
penyelenggara. Link presensi dikirimkan. Dadi buru-buru mengisinya. Tak
lama kemudian Dadi membuka alpikasi docs reader di hapenya.
Pesan-pesan yang dianggap materi penting dikopi dan dipindahkan ke aplikasi
tersebut.
Narasumber:
Raliyanti, S.Sos., S.Kom.
Moderator:
Sim Chung Wei, S.P. (Koko Sim)
Sebagai
generasi yang hidup di zaman transformasi digital, kita memiliki peluang besar
untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi melalui teknologi. Namun, peluang
ini tentu harus disertai dengan keterampilan dan strategi yang tepat.
Era
digital telah mengubah cara kita bekerja, belajar, dan juga berinteraksi. Teknologi
memang menawarkan peluang yang tanpa batas, tetapi untuk benar-benar
sukses di dunia digital, kita harus tahu bagaimana
memaksimalkan potensi diri.
Bapak/ibu
di sini bisa jadi mengalami perkembangan teknologi yang pesat dari
komputer belum ada, sampai ada secanggih sekarang, dari belum ada hape sampai
muncul dengan model hape smart.
Jadi,
sebuah keuntungan tersendiri bagi generasi kita. Anak-anak generasi sekarang
hidup berdampingan dengan teknologi. Makanya mereka merasa biasa saja.
Anak-anak sekarang belum pernah mengalami komputer yang "lola"nya
kebangetan. Tapi dulu heran juga, bisa sesabar itu menunggu
komputer loading. Dulu mulai dari pakai DOS sampai sekarang sudah bisa
terhubung dengan internet. Sekarang sudah gak kelihatan lagi DOS-nya.
Internet
masih susah dan sekarang bangun tidur langsung scroll dengan lancarnya.
Dulu mau buka satu halaman web saja kita perlu ke warnet. Gara-gara
teknologi juga kita ada pergeseran interaksi.
Kita
bisa belajar online seperti ini juga karena perkembangna teknologi.
Tidak terbayang ketika terjadi pandemi kemarin dan
internet belum ditemukan. Yang pasti begitu banyak kemudahan dan
peluang dari teknologi yang bisa kita manfaatkan untuk kehidupan kita.
Ini
salah satu manfaat yang kita rasakan. Lalu bagaimana kita mengoptimalkan
teknologi ini?
Dengan
fasilitas yang luas ini, tentunya harus kita gunakan sebaik-baiknya,
karena biasanya setiap teknologi seperti dua sisi mata uang
ya..
bener sekali.
Ada
beberapa langkah ampuh yang dapat membantu kita untuk menjadi
unggul di era digital:
1.
Tingkatkan Literasi Digital
Kemampuan memahami dan menggunakan
teknologi secara efektif ini adalah fondasi utama. Kita harus
mempelajari alat-alat digital, seperrti aplikasi-aplikasi yang membantu kita
dalam bekerja, desain grafis dan analisa data. Bukan hanya mampu
menggunakan alat digital, kita juga harus paham keamanan digital termasuk
pengelolaan kata sandi, autentikasi dua langkah, dan
penyaringan konten negatif. Selanjutnya. mengembangkan kemampuan
riset online, dengan cara membaca lateral dan mengevaluasi
sumber informasi itu semua fondasi utama dalam kemampuan
literasi digital.
2.
Bangun Personal Branding di
Platform Digital
Identitas digital yang kuat bisa
menjadi aset berharga. Seperti Om Jay, branding-nya sudah kuat
sebagai guru blogger. Coba cari di google ketik nama Om Jay pasti keluar
semua yang berhubungan dengan kegiatan beliau. Koko Sim juga kelihatan
sudah merapikan sosmed, membangun branding. Bagaimana caranya membangun
branding? Kita bisa gunakan media sosial secara profesional, seperti instagram,
LinkedIn, tiktok atau platform lain yang relevan dengan bidang
yang kita kuasai. Buat konten yang bermakna sesuai dengan minat
atau keahlian. Tingkatkan keterlibatan online, dengan cara
berkolaborasi, memberikan komentar konstruktif, dan berbagi wawasan
3.
Tingkatkan Keterampilan Teknologi
Era digital menuntut keahlian
yang relevan, misalnya belajar coding atau pengembangan aplikasi,
untuk meningkatkan daya saing. Ini bisa kita sarankan ke anak-anak
kita kalau kita belum sanggup mempelajarinya, tapi kita bisa memanfaatkan
AI dan otomatisasi, untuk meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan.
4.
Jadilah Kreator, Bukan Hanya Konsumen
Jangan hanya menjadi penikmat
teknologi; jadilah innovator. Caranya; Kreasikan konten digital, seperti
blog, video, atau infografis sehingga bisa memberikan nilai tambah. Ciptakan
produk digital, seperti aplikasi, kursus online, atau e-book yang sesuai
dengan kebutuhan pasar
5.
Tingkatkan Jaringan Digital
Koneksi adalah kunci di dunia
digital. Bapak/ibu bisa mengikuti komunitas online yang relevan dengan
minat atau profesi. Manfaatkan peluang kolaborasi, melalui platform
free atau media sosial. Jalin hubungan dengan professional
dari berbagai bidang untuk mendapatkan wawasan baru. Lebih lengkapnya
bisa baca buku saya bersama Prof. Eko tentang Personal Learning Network.
6.
Manajemen Waktu dan Produktivitas Digital
Dunia digital penuh dengan
distraksi. Jadi kuasai manajemen waktu agar tetap produktif. Kita bisa gunakan
aplikasi untuk mengatur tugas dan proyek untuk meningkatkan
fokus, kita bisa terapkan
teknik Pomodoro. Apa itu pomodoro? Hindari juga overload informasi.
Teknik Pomodoro: metode manajemen waktu yang membagi pekerjaan atau belajar
menjadi interval-interval waktu dengan jeda istirahat di antaranya. Teknik
ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan fokus, serta melatih
pengaturan waktu yang efektif.
7.
Selalu Adaptif dan Belajar Hal Baru
Caranya bisa dengan mengikuti
kursus online. Tetap update dengan tren teknologi terbaru
seperti AI. Menjadi pribadi yang terbuka terhadap perubahan dan
tantangan baru. Dunia digital adalah peluang besar jika kita mampu
memanfaatkannya dengan tepat
Tujuh
langkah di atas, dapat membuat kita menjadi bagian dari perubahan besar yang
mengantarkan dunia ke masa depan.
“Mak, mau
pulang?”, tanya Dadi melihat ibunya berkemas-kemas.
“Lah, kamu dari
tadi main hape melulu”, gerutu ibunya.
Subang, 24-12-2024
Resume 8
HASIDUSILO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar