Indicator
AC-nya menunjukkan angka 26, tidak terlalu dingin untuk ukuran ruangan 4x4
meter kalau nggak salah. Ruangan yang kedap suara. Ada perlengkapan audio
visual yang lengkap. Dua buah kursi empuk berhadapan dipisahkan oleh meja
berkaca. Mikrofon duduk di atas meja berpasangan seperti kursinya. Tertempel di
dinding sebuah jam dinding manual berdetak diantara keheningan. Pintu masih
tertutup rapat karena menggunakan door closer yang bagus. Ruangan dengan desain
interior minimalis yang elegan menunjukkan pemiliknya orang yang mengutamakan
keindahan dan ketenangan. Lampu terang remang tak menyilaukan.
Pintu terbuka
oleh tiga orang yang akan memasuki ruangan. Salah seorangnya membawa baki
berisi dua cangkir besar dengan penutupnya, dan sebuah minuman botol.
“Maaf, Bang, tehnya
simpen di meja sudut ajalah”, ucap Tanaya.
Tanpa kata yang
diajak bicara dengan sigap menaruh baki beserta isinya di letakkan di meja
sudut, kecuali minuman botol yang tidak. Yang di panggil Bang mempersiapkan
peralatan audio visual dan mengecek kefungsiannya. Peralatan sudah dinyatakan
oke, dan siap digunakan.
“Selamat siang
semuanya. Pada sian hari ini saya kedatangan tamu yang masa Allah,
pengalamannya sangat luas. Langsung saja Dr. Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M., lulusan
S1 Bahasa Inggris di UIA (Universitas Islam Assyafiiyyah) Pondok Gede dan S2
MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) di UPN Veteran Jakarta dan S3 IM (Ilmu
Manajemen) di UNJ. Berdinas di TNI AL selama 37 tahun. Mengikuti kursus sebagai
guru bahasa Inggris di Luar negeri seperti Amerika (DLI) dan Australia (DITC)
dan beberapa penugasan di Luar Negeri seperti Pramugari Haji dengan Garuda
Indonesia, menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon, Cobra Gold di Thailand,
Ausindo di Darwin Australia, COREL for English Teacher di Cambodia, Junior
Officer Exchange di Singapore dan Malaysia. Kegiatan Navy To Navy Talk di
Thailand, kunjungan ke lembaga bahasa dan Naval War College di Korea Selatan.
Penikmat lagu, suka travelling dan menulis. Menulis Buku Antologi dengan Omera
dan Nubala Project, 5 buku solo dengan penerbit YPTD (Yayasan Thamrin Dahlan) Motto:
BELAJAR SEPANJANG HAYAT./ Hp. 081398870636/ IG: nani-kusmiyati ; FB: nani
kusmiyati”, ucapnya dengan napas yang panjang.
“Terima kasih”,
ucapan Bu Nani singkat.
“Apakah Ibu
seorang pakar digital?”, Tanaya memulai pertanyaannya.
“Berikut ini
sebagai pendahuluan saja. Terus terang saya ingin sekali ahli di dunia Digital.
Saya percaya bapak ibu ini sudah menguasai baik tingkat basic atau
bahkan advanced seperti Mbak Tanaya”, jawaban singkatnya.
“Apa sebenarnya
urgensinya keterampilan digital?”, Tanaya melanjutkan pertanyaannya.
“Di era digital
saat ini, keterampilan digital menjadi kebutuhan mendasar untuk beradaptasi
dengan dunia yang terus berubah. Tidak hanya untuk keperluan pekerjaan,
keterampilan ini juga penting dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan, hingga
pengelolaan bisnis. Artikel ini akan membahas manfaat keterampilan digital,
tips dll secara garis besar”, ucapnya.
“Terus manfaat
keterampilan digital?”, Tanaya mengejarnya.
“Nah ini
sebenarnya manfaat keterampilan digital. Pertama, Peluang Karier yang Lebih
Baik; Perusahaan di berbagai industri mencari tenaga kerja dengan kemampuan
digital, seperti analisis data, pengelolaan media sosial, hingga pengembangan
teknologi. Kedua, Efisiensi dan Produktivitas; Dengan keterampilan digital,
individu dapat menggunakan alat seperti perangkat lunak manajemen proyek,
aplikasi kolaborasi, dan otomasi untuk menyelesaikan tugas lebih cepat dan
efisien. Kemudian yang ketiga, Kemampuan Beradaptasi; Dunia kerja dan kehidupan
terus berkembang dengan teknologi baru. Memiliki keterampilan digital membantu
seseorang tetap relevan dan tangguh dalam menghadapi perubahan. Keempat,
Inovasi dan Kreativitas; Teknologi digital memungkinkan siapa saja untuk
berkreasi, baik melalui pembuatan konten, pengembangan aplikasi, maupun bisnis online”,
jelas Bu Nani panjang lebar.
“Bisa
dimengerti. Bisa memberikan tips?”, tanya Tanaya melanjutkan.
“Tips untuk
Menguasai Keterampilan Digital bisa pilih. Dan yang akan saya praktikkan sesuai
dengan kemampuan dan kenyamanan kita. Yang pertama, Belajar Secara Mandiri;
Gunakan platform pembelajaran online seperti Coursera, Udemy,
dan LinkedIn Learning untuk mempelajari topik-topik seperti
pengkodean, analitik data, atau desain grafis. Sebelum menuju tips berikutnya
saat ini saya sedang belajar bahasa Inggris melalui apps Duolingo.
Karena saat ini saya belum ada kelas bahasa Inggris, so saya harus menjaga
bahasa Inggris saya. Silakan bapak ibu install dari play store
"Duolingo". Disini saya belajar dan kompetisi dengan orang-orang
dari berbagai negara,..kita juga bisa memilih levelnya. Saat ini AI atau
Artificial Intelligence juga bisa membantu berkomunikasi dalam bahasa Inggris
atau bahasa apa saja. Tapi saya belum mencoba”, lanjut Bu Nani.
“Wah jadi
pengen mahir Bahasa Inggris, Nih”, ucap Tanaya.
“Saya
lanjutkan, ya?”, Bu Nani minta izin.
“Of course!”
“Yang kedua,
Ikut Pelatihan dan Workshop; Banyak organisasi menawarkan pelatihan
keterampilan digital, baik secara gratis maupun berbayar. Kemudian yang ketiga,
Praktik Secara Langsung; Terapkan apa yang dipelajari dengan mencoba proyek
nyata, misalnya membuat blog, mengelola media sosial, atau menjalankan kampanye
digital. Nah tips ketiga sudah banyak dipraktikkan Om Jay, para Nara sumber
hebat sebelumnya juga bapak ibu. Saya belajar menulis artikel dari suhu-suhu
saya bapak Dedi , ibu Kanjeng, sahabat saya ibu Aaam dan masih banyak lagi. Yang
keempat, Bangun Jaringan Profesional; Bergabung dengan komunitas atau forum
digital, seperti grup LinkedIn atau Meetup, untuk mendapatkan wawasan baru dan
peluang kolaborasi. Ini hanya sebagai pilihan, ya. Mungkin bapak ibu bisa info
ke saya,. platform lainnya. Kemudian yang kelima, Keamanan Digital;
Melindungi data pribadi dan memahami dasar-dasar keamanan siber. Bisa cari di
beberapa Referensi Buku dan Jurnal Ilmiah”, Bu Nani menjelaskan.
“Wuiihh, mantul
penjelasannya. Punya pengalaman yang gemana, gitu?”, pancing Tanaya.
“Akan bercerita
tentang pengalaman saya. Secara sederhana saya ingin berikan contoh betapa
pentingnya Ketrampilan Digital untuk masa depan yang cerah. Ini yang paling
basic yang pernah saya alami. Saya merasakan susah menyelesaikan studi saya
ketika saya tidak memiliki ketrampilan digital. Saat itu ketika saya berusaha
menyelesaikan S3 saya. Terlebih ketika teman kantor yang ahli atau menguasai
digital tampak sibuk, tidak tega untuk bertanya Sempat saya berfikir lama
kepada siapa saya bisa minta tolong? Akhirnya saya browsing di google cara
menggabungkan folder dengan folder pdf. Saya yakin para peserta pelatihan lebih
expert dari saya. Akhirnya saya menemukan sendiri dan mencoba dan
ternyata berhasil. Sangat mudah sekali. Semua mungkin sering menggunakan I
love pdf yang dapat di temukan di google. Dengan menggunakan I
love PDF, saya bisa split dan merge PDF. Saya juga bisa mengubah PDF to
word demikian sebaliknya. Banyak sekali pilihan di I love PDF.
Silakan mencoba jika baru mendengar sekarang Saya yakin bapak ibu semua telah
pernah mencoba. Pada saat penelitian saya menggunakan Excel untuk menghitung
hasil kuesioner. Bapak ibu akan bertanya mengapa tidak menggunakan Lisrel,
yaitu perangkat lunak (software) statistik yang digunakan untuk mengolah
data dengan metode Equation Modeling (SEM). Mohon tidak bertanya secara
detail tentang Lisrel ya karena saya pernah menggunakan sudah lama sekali pada
saat pelajaran statistik di semester 2, mungkin Om Jay juga pernah belajar ini.
Jika bapak ibu ingin mengetahui Lisrel tinggal ketik saja di google.
Karena faktor kepepet atau keterpaksaan untuk bisa akhirnya saya menjadi bisa
karena belajar sendiri. Karena kesibukan di kantor, maka kuliah S3
tersendat-sendat walaupun akhirnya selesai juga. Kembali kepada ketrampilan
Digital,.saat ini anak muda sudah bisa menghasilkan banyak uang jika memiliki
ketrampilan tersebut. Sebagai contoh di percetakan di campus-campus atau tenaga
administrasi di campus sudah ahli dan menguasai dunia digital. Mereka yang
banyak membantu keberhasilan para mahasiswa. Jika saya sangat sibuk, draft
disertasi yang telah saya buat sekian lama, saya serahkan ke anak-anak muda di
percetakan yang expert. Tentunya saya mengganti uang lelahnya. Jika saya
sangat sibuk, draft disertasi yang telah saya buat cukup lama, saya serahkan ke
anak-anak muda di percetakan yang expert untuk merapikan sesuai format
ketentuan disertasi. Jika telah selesai saya meminta soft copy-nya untuk
saya cek kembali. Saya belajar ketika semua dilakukan dengan cara tidak manual
maka akan mempercepat selesainya naskah. Anak-anak muda di percetakan bisa
menghasilkan uang karena mereka menguasai digital. Nah itu contoh sederhana
anak-anak muda yang memiliki ketrampilan Digital dapat menciptakan lapangan
pekerjaan sendiri”, panjang lebar Bu Nani menjelaskannya.
Tanaya menghela
napas panjang mendengar penjelasan marasumber yang panjang. Kemudian Tanaya
melanjutkan pertanyaannya.
“Apa saja tren
terbaru dalam e-commerce?”
“Tren Terbaru
dalam E-Commerce; Live Shopping: Belanja langsung melalui video
streaming. Personalisasi AI: Rekomendasi produk berbasis data pengguna. Peningkatan
Penggunaan AR/VR: Untuk pengalaman belanja interaktif. Sustainability:
Fokus pada produk ramah lingkungan. Social Commerce: Belanja melalui platform
media sosial seperti Instagram atau TikTok. Metode Pembayaran Inovatif:
Termasuk cryptocurrency dan Buy Now Pay Later
(BNPL)”, jawab Cerda Bu Nani.
“Bagaimana cara
mengembangkan bisnis online untuk para pendidik?”, tanya Tanaya lagi.
“Cara
Mengembangkan Bisnis Online untuk Para Pendidik. Buat Kursus Online:
Gunakan platform seperti Udemy atau Teachable. Konten
Edukatif di Media Sosial: Tawarkan video pendek yang mengedukasi. Membership
atau Subscription: Konten eksklusif berbayar. Kolaborasi: Kerja sama
dengan institusi atau influencer pendidikan. Webinar dan Workshop:
Adakan acara interaktif untuk menjangkau audiens baru. SEO dan Digital Marketing:
Optimalkan pencarian online untuk menjangkau lebih banyak siswa”, jawab
Bu Nani dengan lancar.
Tanaya
mengambil air minum yang di letakkan di meja sudut. Mereka kemudian minum
bersama. Udara di luar sangat terik tak memengaruhi kegiatan Tanaya yang
beruangan AC.
“Boleh ke air
dulu?”, Bu Nani minta izin.
“Oh…silakan!”,
kata Tanaya.
“Mau…dulu”,
kata Abang dengan menempelkan jari tengah dan jari telunjuk ke bibir.
“Kemana
Abangnya?”, tanya Bu Nani setelah beberapa saat ke toilet.
“Merokok dulu”,
jawab Tanaya.
Setelah lebih
dari lima menit, pintu tebuka dan abangya sudah kelihatan lebih segar. Beberapa
menit kemudian sudah on air.
“Apa saja cara
efektif untuk mengelola waktu digital?”, Tanaya memulai bertanya lagi.
“Cara Efektif
Mengelola Waktu Digital, Gunakan Aplikasi Pengelola Waktu: Contoh: Google
Calendar atau Notion. Tetapkan Prioritas: Gunakan metode seperti Eisenhower
Matrix. Batch Processing: Kerjakan tugas serupa dalam satu
waktu. Tetapkan Jam Digital-Free: Berikan waktu tanpa layar untuk
istirahat. Monitor Waktu Online: Aplikasi seperti Rescue Time
membantu menganalisis penggunaan waktu”, jawab Bu Nani.
“Ini berkaitan
dengan PDN, bagaimana cara menjaga keamanan data pribadi online?”,
pertanyaan Tanaya yang pernah punya kekhawatiran.
“Cara Menjaga
Keamanan Data Pribadi Online, Gunakan Password Kuat: Kombinasi
huruf besar, kecil, angka, dan simbol. Aktifkan 2FA (Two-Factor Authentication):
Untuk keamanan ekstra. Hindari Klik Tautan Tidak Dikenal: Waspadai phishing.
Gunakan VPN: Untuk perlindungan saat menggunakan Wi-Fi publik. Backup
Data Secara Berkala: Untuk melindungi data penting. Periksa Izin Aplikasi:
Jangan memberikan akses berlebihan pada aplikasi”, jawab Bu Nani lagi.
“Apa saja
strategi untuk membangun jaringan professional digital?”, tanya Tanaya lagi.
“Strategi
Membangun Jaringan Profesional Digital, Gunakan LinkedIn: Optimalisasi
profil dan aktif dalam diskusi grup. Ikuti Webinar dan Konferensi Virtual:
Terlibat dalam sesi tanya-jawab. Kembangkan Personal Branding:
Posting konten berkualitas secara konsisten. Bergabung dengan Komunitas Online:
Grup atau forum yang relevan dengan bidang Anda. Kolaborasi Digital: Proyek
bersama atau co-creation dengan profesional lain”, jelas Bu Nani.
“Bagaimana cara
mengelola konflik online?”, tanya Tanaya lagi-lagi.
“Cara Mengelola
Konflik Online, Tetap Tenang: Hindari respons emosional. Berkomunikasi
dengan Jelas: Sampaikan pendapat tanpa menyerang. Pilih Medium yang Tepat: Jika
perlu, alihkan diskusi ke ruang privat. Dengarkan dengan Empati: Berusaha
memahami sudut pandang lawan bicara. Gunakan Mediator: Jika konflik tak kunjung
selesai, libatkan pihak ketiga” Jawab Bu Nani dengan tenang.
“Bagaimana cara
memanfaatkan blockchain dalam pembelajaran pada kelas menengah?”,
lagi-lagi tanya Tanaya.
“Memanfaatkan
Blockchain dalam Pembelajaran di Kelas Menengah, Sertifikat Digital: Blockchain
memastikan keaslian dan keamanan sertifikat siswa. Penyimpanan Data Aman: Untuk
data akademik siswa yang sulit dimanipulasi. Gamifikasi Pembelajaran: Hadiah
berbasis token untuk mendorong keterlibatan siswa. Pelacakan Proses Belajar:
Transparansi dalam perkembangan siswa melalui data terdesentralisasi”, jawab Bu
Nani.
“Apa saja
implikasi etika AI dalam pembelajaran untuk kelas menengah?”, tanya Tanaya.
“Implikasi
Etika AI dalam Pembelajaran untuk Kelas Menengah, Keberpihakan Data: Pastikan
AI tidak menciptakan diskriminasi dalam proses belajar. Privasi Siswa: Data
siswa yang dikumpulkan harus dilindungi dan digunakan secara etis. Pengaruh
terhadap Guru: AI seharusnya mendukung, bukan menggantikan guru. Transparansi
Algoritma: Siswa dan guru harus memahami bagaimana AI mengambil keputusan. Pengawasan
Penggunaan: AI digunakan untuk mendukung, bukan untuk mengontrol”, jawab Bu
Nani. Selanjutnya beliau juga menerangkan AR (Augmented Reality)
dan VR (Virtual Reality).
“AR
(Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality) adalah teknologi yang
memungkinkan pengguna untuk mengalami dunia digital dengan cara yang unik dan
imersif. Berikut penjelasannya: pertama, AR (Augmented Reality), AR
adalah teknologi yang menggabungkan elemen digital ke dalam dunia nyata melalui
perangkat seperti smartphone, tablet, atau kacamata khusus. Ciri Utama:
Menambahkan elemen digital seperti gambar, teks, atau animasi ke dunia nyata.
Pengguna masih bisa melihat dan berinteraksi dengan lingkungan fisik mereka.
Contoh Penerapan: Game: Seperti Pokémon Go, di mana karakter
digital muncul di dunia nyata melalui layar. E-Commerce: Aplikasi yang
memungkinkan pengguna mencoba pakaian atau furnitur secara virtual di rumah
mereka. Edukasi: Aplikasi yang menampilkan organ tubuh manusia dalam 3D untuk
pembelajaran. Kedua, VR (Virtual Reality), VR adalah teknologi
yang menciptakan lingkungan digital sepenuhnya sehingga pengguna merasa seperti
berada di dunia virtual. Untuk mengakses VR, diperlukan perangkat khusus
seperti headset VR (contoh: Oculus Rift, HTC Vive). Ciri Utama:
Mengisolasi pengguna dari dunia nyata dan menggantikannya dengan dunia digital.
Interaksi penuh dengan dunia virtual melalui gerakan tangan, kepala, atau
perangkat tambahan. Contoh Penerapan:
Game: Game
imersif yang membuat pengguna merasa seperti berada di dalam permainan.
Simulasi Pelatihan: Seperti simulasi penerbangan untuk melatih pilot. Edukasi:
Eksplorasi virtual ke tempat-tempat bersejarah atau laboratorium simulasi.
Perbedaan Utama AR dan VR . Kesimpulan: AR; Fokus pada
melengkapi dunia nyata dengan elemen digital. VR; Membawa pengguna ke
dunia digital sepenuhnya. Kedua teknologi ini memiliki potensi besar dalam
hiburan, edukasi, kesehatan, dan industri lainnya”, penjelan tambahannya.
“Untuk pemula
yang masih belum melek digital kira-kira kemampuan atau ilmu digital apa yang
harus kita kuasai?”, tanya Tanaya.
“Kemampuan atau
Ilmu Digital yang Perlu Dikuasai oleh Pemula, Untuk pemula yang belum melek
digital, berikut adalah kemampuan dasar yang penting dikuasai: Dasar-dasar
Komputer dan Internet: Cara menggunakan perangkat, mengakses internet, dan
memahami aplikasi dasar seperti browser, email, dan pengolah kata (Microsoft
Word, Google Docs). Kemampuan Komunikasi Digital: Menggunakan platform
komunikasi seperti WhatsApp, Zoom, atau Google Meet. Pengelolaan
File Digital: Cara menyimpan, mengatur, dan berbagi file di perangkat atau cloud
(Google Drive, Dropbox). Pencarian Informasi Efektif: Cara mencari
informasi terpercaya di internet menggunakan mesin pencari (Google). Keamanan
Digital: Memahami dasar keamanan seperti membuat kata sandi yang kuat,
menghindari tautan berbahaya, dan mengenali phishing. Penggunaan Media
Sosial: Cara membuat akun, berinteraksi, dan menjaga etika di media sosial. Dasar-dasar
E-Commerce: Cara berbelanja, melakukan pembayaran online, dan
menggunakan dompet digital seperti OVO atau GoPay”, jawab Bu Nani.
“Kadangkala
kemajuan teknologi begitu cepat. Kita baru belajar 1 ilmu digital sudah ada
lagi ilmu lagi. Bagaimana cara kita menyikapinya agar tidak ketinggalan ?”,
tanya Tanaya kembali.
“Cara Menyikapi
Perkembangan Teknologi yang Cepat, Belajar Secara Prioritas: Fokus pada
keterampilan digital yang paling relevan dengan kebutuhan Anda saat ini.
Misalnya, jika Anda ingin berjualan online, pelajari tentang marketplace
atau media sosial. Belajar Secara Bertahap: Mulai dari dasar sebelum
melanjutkan ke topik yang lebih kompleks. Jangan merasa harus menguasai
semuanya sekaligus. Ikuti Kursus Online: Gunakan platform seperti
Coursera, Udemy, atau YouTube untuk mempelajari ilmu baru.
Aktif di Komunitas: Bergabung dengan grup atau forum digital untuk mendapatkan
pembaruan teknologi dan tips dari orang lain. Manajemen Waktu untuk Belajar:
Sisihkan waktu tertentu dalam seminggu untuk belajar hal baru agar tetap
konsisten. Belajar Menyesuaikan Diri: Pahami bahwa Anda tidak harus menguasai
semua teknologi. Fokus pada keterampilan yang sesuai dengan tujuan Anda.
Selalu Update
Informasi: Ikuti blog, podcast, atau berita teknologi yang
relevan untuk mendapatkan pembaruan terkini. Kesimpulannya, belajarlah secara
bertahap dan fokus pada keterampilan yang paling Anda butuhkan. Teknologi
adalah alat”, pungkasnya.
Abanga mematikan
peralatan audio visualnya. Kemudian Tanaya dan Bu Nani mengobrol di luar materi
dengan santai sambil ketawa-ketiwi.
Subang, 27-12-2024
Resume 11
HADISUSILO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar