Total Tayangan Halaman

Kamis, 26 Desember 2024

LAMPU DIM

Indicator AC-nya menunjukkan angka 26, tidak terlalu dingin untuk ukuran ruangan 4x4 meter kalau nggak salah. Ruangan yang kedap suara. Ada perlengkapan audio visual yang lengkap. Dua buah kursi empuk berhadapan dipisahkan oleh meja berkaca. Mikrofon duduk di atas meja berpasangan seperti kursinya. Tertempel di dinding sebuah jam dinding manual berdetak diantara keheningan. Pintu masih tertutup rapat karena menggunakan door closer yang bagus. Ruangan dengan desain interior minimalis yang elegan menunjukkan pemiliknya orang yang mengutamakan keindahan dan ketenangan. Lampu terang remang tak menyilaukan.

Pintu terbuka oleh tiga orang yang akan memasuki ruangan. Salah seorangnya membawa baki berisi dua cangkir besar dengan penutupnya, dan sebuah minuman botol.

“Maaf, Bang, tehnya simpen di meja sudut ajalah”, ucap Tanaya.

Tanpa kata yang diajak bicara dengan sigap menaruh baki beserta isinya di letakkan di meja sudut, kecuali minuman botol yang tidak. Yang di panggil Bang mempersiapkan peralatan audio visual dan mengecek kefungsiannya. Peralatan sudah dinyatakan oke, dan siap digunakan.

“Selamat siang semuanya. Pada sian hari ini saya kedatangan tamu yang masa Allah, pengalamannya sangat luas. Langsung saja Dr. Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M., lulusan S1 Bahasa Inggris di UIA (Universitas Islam Assyafiiyyah) Pondok Gede dan S2 MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) di UPN Veteran Jakarta dan S3 IM (Ilmu Manajemen) di UNJ. Berdinas di TNI AL selama 37 tahun. Mengikuti kursus sebagai guru bahasa Inggris di Luar negeri seperti Amerika (DLI) dan Australia (DITC) dan beberapa penugasan di Luar Negeri seperti Pramugari Haji dengan Garuda Indonesia, menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon, Cobra Gold di Thailand, Ausindo di Darwin Australia, COREL for English Teacher di Cambodia, Junior Officer Exchange di Singapore dan Malaysia. Kegiatan Navy To Navy Talk di Thailand, kunjungan ke lembaga bahasa dan Naval War College di Korea Selatan. Penikmat lagu, suka travelling dan menulis. Menulis Buku Antologi dengan Omera dan Nubala Project, 5 buku solo dengan penerbit YPTD (Yayasan Thamrin Dahlan) Motto: BELAJAR SEPANJANG HAYAT./ Hp. 081398870636/ IG: nani-kusmiyati ; FB: nani kusmiyati”, ucapnya dengan napas yang panjang.

“Terima kasih”, ucapan Bu Nani singkat.

“Apakah Ibu seorang pakar digital?”, Tanaya memulai pertanyaannya.

“Berikut ini sebagai pendahuluan saja. Terus terang saya ingin sekali ahli di dunia Digital. Saya percaya bapak ibu ini sudah menguasai baik tingkat basic atau bahkan advanced seperti Mbak Tanaya”, jawaban singkatnya.

“Apa sebenarnya urgensinya keterampilan digital?”, Tanaya melanjutkan pertanyaannya.

“Di era digital saat ini, keterampilan digital menjadi kebutuhan mendasar untuk beradaptasi dengan dunia yang terus berubah. Tidak hanya untuk keperluan pekerjaan, keterampilan ini juga penting dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan, hingga pengelolaan bisnis. Artikel ini akan membahas manfaat keterampilan digital, tips dll secara garis besar”, ucapnya.

“Terus manfaat keterampilan digital?”, Tanaya mengejarnya.

“Nah ini sebenarnya manfaat keterampilan digital. Pertama, Peluang Karier yang Lebih Baik; Perusahaan di berbagai industri mencari tenaga kerja dengan kemampuan digital, seperti analisis data, pengelolaan media sosial, hingga pengembangan teknologi. Kedua, Efisiensi dan Produktivitas; Dengan keterampilan digital, individu dapat menggunakan alat seperti perangkat lunak manajemen proyek, aplikasi kolaborasi, dan otomasi untuk menyelesaikan tugas lebih cepat dan efisien. Kemudian yang ketiga, Kemampuan Beradaptasi; Dunia kerja dan kehidupan terus berkembang dengan teknologi baru. Memiliki keterampilan digital membantu seseorang tetap relevan dan tangguh dalam menghadapi perubahan. Keempat, Inovasi dan Kreativitas; Teknologi digital memungkinkan siapa saja untuk berkreasi, baik melalui pembuatan konten, pengembangan aplikasi, maupun bisnis online”, jelas Bu Nani panjang lebar.

“Bisa dimengerti. Bisa memberikan tips?”, tanya Tanaya melanjutkan.

“Tips untuk Menguasai Keterampilan Digital bisa pilih. Dan yang akan saya praktikkan sesuai dengan kemampuan dan kenyamanan kita. Yang pertama, Belajar Secara Mandiri; Gunakan platform pembelajaran online seperti Coursera, Udemy, dan LinkedIn Learning untuk mempelajari topik-topik seperti pengkodean, analitik data, atau desain grafis. Sebelum menuju tips berikutnya saat ini saya sedang belajar bahasa Inggris melalui apps Duolingo. Karena saat ini saya belum ada kelas bahasa Inggris, so saya harus menjaga bahasa Inggris saya. Silakan bapak ibu install dari play store "Duolingo". Disini saya belajar dan kompetisi dengan orang-orang dari berbagai negara,..kita juga bisa memilih levelnya. Saat ini AI atau Artificial Intelligence juga bisa membantu berkomunikasi dalam bahasa Inggris atau bahasa apa saja. Tapi saya belum mencoba”, lanjut Bu Nani.

“Wah jadi pengen mahir Bahasa Inggris, Nih”, ucap Tanaya.

“Saya lanjutkan, ya?”, Bu Nani minta izin.

Of course!”

“Yang kedua, Ikut Pelatihan dan Workshop; Banyak organisasi menawarkan pelatihan keterampilan digital, baik secara gratis maupun berbayar. Kemudian yang ketiga, Praktik Secara Langsung; Terapkan apa yang dipelajari dengan mencoba proyek nyata, misalnya membuat blog, mengelola media sosial, atau menjalankan kampanye digital. Nah tips ketiga sudah banyak dipraktikkan Om Jay, para Nara sumber hebat sebelumnya juga bapak ibu. Saya belajar menulis artikel dari suhu-suhu saya bapak Dedi , ibu Kanjeng, sahabat saya ibu Aaam dan masih banyak lagi. Yang keempat, Bangun Jaringan Profesional; Bergabung dengan komunitas atau forum digital, seperti grup LinkedIn atau Meetup, untuk mendapatkan wawasan baru dan peluang kolaborasi. Ini hanya sebagai pilihan, ya. Mungkin bapak ibu bisa info ke saya,. platform lainnya. Kemudian yang kelima, Keamanan Digital; Melindungi data pribadi dan memahami dasar-dasar keamanan siber. Bisa cari di beberapa Referensi Buku dan Jurnal Ilmiah”, Bu Nani menjelaskan.

“Wuiihh, mantul penjelasannya. Punya pengalaman yang gemana, gitu?”, pancing Tanaya.

“Akan bercerita tentang pengalaman saya. Secara sederhana saya ingin berikan contoh betapa pentingnya Ketrampilan Digital untuk masa depan yang cerah. Ini yang paling basic yang pernah saya alami. Saya merasakan susah menyelesaikan studi saya ketika saya tidak memiliki ketrampilan digital. Saat itu ketika saya berusaha menyelesaikan S3 saya. Terlebih ketika teman kantor yang ahli atau menguasai digital tampak sibuk, tidak tega untuk bertanya Sempat saya berfikir lama kepada siapa saya bisa minta tolong? Akhirnya saya browsing di google cara menggabungkan folder dengan folder pdf. Saya yakin para peserta pelatihan lebih expert dari saya. Akhirnya saya menemukan sendiri dan mencoba dan ternyata berhasil. Sangat mudah sekali. Semua mungkin sering menggunakan I love pdf yang dapat di temukan di google. Dengan menggunakan I love PDF, saya bisa split dan merge PDF. Saya juga bisa mengubah PDF to word demikian sebaliknya. Banyak sekali pilihan di I love PDF. Silakan mencoba jika baru mendengar sekarang Saya yakin bapak ibu semua telah pernah mencoba. Pada saat penelitian saya menggunakan Excel untuk menghitung hasil kuesioner. Bapak ibu akan bertanya mengapa tidak menggunakan Lisrel, yaitu perangkat lunak (software) statistik yang digunakan untuk mengolah data dengan metode Equation Modeling (SEM). Mohon tidak bertanya secara detail tentang Lisrel ya karena saya pernah menggunakan sudah lama sekali pada saat pelajaran statistik di semester 2, mungkin Om Jay juga pernah belajar ini. Jika bapak ibu ingin mengetahui Lisrel tinggal ketik saja di google. Karena faktor kepepet atau keterpaksaan untuk bisa akhirnya saya menjadi bisa karena belajar sendiri. Karena kesibukan di kantor, maka kuliah S3 tersendat-sendat walaupun akhirnya selesai juga. Kembali kepada ketrampilan Digital,.saat ini anak muda sudah bisa menghasilkan banyak uang jika memiliki ketrampilan tersebut. Sebagai contoh di percetakan di campus-campus atau tenaga administrasi di campus sudah ahli dan menguasai dunia digital. Mereka yang banyak membantu keberhasilan para mahasiswa. Jika saya sangat sibuk, draft disertasi yang telah saya buat sekian lama, saya serahkan ke anak-anak muda di percetakan yang expert. Tentunya saya mengganti uang lelahnya. Jika saya sangat sibuk, draft disertasi yang telah saya buat cukup lama, saya serahkan ke anak-anak muda di percetakan yang expert untuk merapikan sesuai format ketentuan disertasi. Jika telah selesai saya meminta soft copy-nya untuk saya cek kembali. Saya belajar ketika semua dilakukan dengan cara tidak manual maka akan mempercepat selesainya naskah. Anak-anak muda di percetakan bisa menghasilkan uang karena mereka menguasai digital. Nah itu contoh sederhana anak-anak muda yang memiliki ketrampilan Digital dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri”, panjang lebar Bu Nani menjelaskannya.

Tanaya menghela napas panjang mendengar penjelasan marasumber yang panjang. Kemudian Tanaya melanjutkan pertanyaannya.

“Apa saja tren terbaru dalam e-commerce?”

“Tren Terbaru dalam E-Commerce; Live Shopping: Belanja langsung melalui video streaming. Personalisasi AI: Rekomendasi produk berbasis data pengguna. Peningkatan Penggunaan AR/VR: Untuk pengalaman belanja interaktif. Sustainability: Fokus pada produk ramah lingkungan. Social Commerce: Belanja melalui platform media sosial seperti Instagram atau TikTok. Metode Pembayaran Inovatif: Termasuk cryptocurrency dan Buy Now Pay Later (BNPL)”, jawab Cerda Bu Nani.

“Bagaimana cara mengembangkan bisnis online untuk para pendidik?”, tanya Tanaya lagi.

“Cara Mengembangkan Bisnis Online untuk Para Pendidik. Buat Kursus Online: Gunakan platform seperti Udemy atau Teachable. Konten Edukatif di Media Sosial: Tawarkan video pendek yang mengedukasi. Membership atau Subscription: Konten eksklusif berbayar. Kolaborasi: Kerja sama dengan institusi atau influencer pendidikan. Webinar dan Workshop: Adakan acara interaktif untuk menjangkau audiens baru. SEO dan Digital Marketing: Optimalkan pencarian online untuk menjangkau lebih banyak siswa”, jawab Bu Nani dengan lancar.

Tanaya mengambil air minum yang di letakkan di meja sudut. Mereka kemudian minum bersama. Udara di luar sangat terik tak memengaruhi kegiatan Tanaya yang beruangan AC.

“Boleh ke air dulu?”, Bu Nani minta izin.

“Oh…silakan!”, kata Tanaya.

“Mau…dulu”, kata Abang dengan menempelkan jari tengah dan jari telunjuk ke bibir.

“Kemana Abangnya?”, tanya Bu Nani setelah beberapa saat ke toilet.

“Merokok dulu”, jawab Tanaya.

Setelah lebih dari lima menit, pintu tebuka dan abangya sudah kelihatan lebih segar. Beberapa menit kemudian sudah on air.

“Apa saja cara efektif untuk mengelola waktu digital?”, Tanaya memulai bertanya lagi.

“Cara Efektif Mengelola Waktu Digital, Gunakan Aplikasi Pengelola Waktu: Contoh: Google Calendar atau Notion. Tetapkan Prioritas: Gunakan metode seperti Eisenhower Matrix. Batch Processing: Kerjakan tugas serupa dalam satu waktu. Tetapkan Jam Digital-Free: Berikan waktu tanpa layar untuk istirahat. Monitor Waktu Online: Aplikasi seperti Rescue Time membantu menganalisis penggunaan waktu”, jawab Bu Nani.

“Ini berkaitan dengan PDN, bagaimana cara menjaga keamanan data pribadi online?”, pertanyaan Tanaya yang pernah punya kekhawatiran.

“Cara Menjaga Keamanan Data Pribadi Online, Gunakan Password Kuat: Kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol. Aktifkan 2FA (Two-Factor Authentication): Untuk keamanan ekstra. Hindari Klik Tautan Tidak Dikenal: Waspadai phishing. Gunakan VPN: Untuk perlindungan saat menggunakan Wi-Fi publik. Backup Data Secara Berkala: Untuk melindungi data penting. Periksa Izin Aplikasi: Jangan memberikan akses berlebihan pada aplikasi”, jawab Bu Nani lagi.

“Apa saja strategi untuk membangun jaringan professional digital?”, tanya Tanaya lagi.

“Strategi Membangun Jaringan Profesional Digital, Gunakan LinkedIn: Optimalisasi profil dan aktif dalam diskusi grup. Ikuti Webinar dan Konferensi Virtual: Terlibat dalam sesi tanya-jawab. Kembangkan Personal Branding: Posting konten berkualitas secara konsisten. Bergabung dengan Komunitas Online: Grup atau forum yang relevan dengan bidang Anda. Kolaborasi Digital: Proyek bersama atau co-creation dengan profesional lain”, jelas Bu Nani.

“Bagaimana cara mengelola konflik online?”, tanya Tanaya lagi-lagi.

“Cara Mengelola Konflik Online, Tetap Tenang: Hindari respons emosional. Berkomunikasi dengan Jelas: Sampaikan pendapat tanpa menyerang. Pilih Medium yang Tepat: Jika perlu, alihkan diskusi ke ruang privat. Dengarkan dengan Empati: Berusaha memahami sudut pandang lawan bicara. Gunakan Mediator: Jika konflik tak kunjung selesai, libatkan pihak ketiga” Jawab Bu Nani dengan tenang.

“Bagaimana cara memanfaatkan blockchain dalam pembelajaran pada kelas menengah?”, lagi-lagi tanya Tanaya.

“Memanfaatkan Blockchain dalam Pembelajaran di Kelas Menengah, Sertifikat Digital: Blockchain memastikan keaslian dan keamanan sertifikat siswa. Penyimpanan Data Aman: Untuk data akademik siswa yang sulit dimanipulasi. Gamifikasi Pembelajaran: Hadiah berbasis token untuk mendorong keterlibatan siswa. Pelacakan Proses Belajar: Transparansi dalam perkembangan siswa melalui data terdesentralisasi”, jawab Bu Nani.

“Apa saja implikasi etika AI dalam pembelajaran untuk kelas menengah?”, tanya Tanaya.

“Implikasi Etika AI dalam Pembelajaran untuk Kelas Menengah, Keberpihakan Data: Pastikan AI tidak menciptakan diskriminasi dalam proses belajar. Privasi Siswa: Data siswa yang dikumpulkan harus dilindungi dan digunakan secara etis. Pengaruh terhadap Guru: AI seharusnya mendukung, bukan menggantikan guru. Transparansi Algoritma: Siswa dan guru harus memahami bagaimana AI mengambil keputusan. Pengawasan Penggunaan: AI digunakan untuk mendukung, bukan untuk mengontrol”, jawab Bu Nani. Selanjutnya beliau juga menerangkan AR (Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality).

AR (Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality) adalah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk mengalami dunia digital dengan cara yang unik dan imersif. Berikut penjelasannya: pertama, AR (Augmented Reality), AR adalah teknologi yang menggabungkan elemen digital ke dalam dunia nyata melalui perangkat seperti smartphone, tablet, atau kacamata khusus. Ciri Utama: Menambahkan elemen digital seperti gambar, teks, atau animasi ke dunia nyata. Pengguna masih bisa melihat dan berinteraksi dengan lingkungan fisik mereka. Contoh Penerapan: Game: Seperti Pokémon Go, di mana karakter digital muncul di dunia nyata melalui layar. E-Commerce: Aplikasi yang memungkinkan pengguna mencoba pakaian atau furnitur secara virtual di rumah mereka. Edukasi: Aplikasi yang menampilkan organ tubuh manusia dalam 3D untuk pembelajaran. Kedua, VR (Virtual Reality), VR adalah teknologi yang menciptakan lingkungan digital sepenuhnya sehingga pengguna merasa seperti berada di dunia virtual. Untuk mengakses VR, diperlukan perangkat khusus seperti headset VR (contoh: Oculus Rift, HTC Vive). Ciri Utama: Mengisolasi pengguna dari dunia nyata dan menggantikannya dengan dunia digital. Interaksi penuh dengan dunia virtual melalui gerakan tangan, kepala, atau perangkat tambahan. Contoh Penerapan:

Game: Game imersif yang membuat pengguna merasa seperti berada di dalam permainan. Simulasi Pelatihan: Seperti simulasi penerbangan untuk melatih pilot. Edukasi: Eksplorasi virtual ke tempat-tempat bersejarah atau laboratorium simulasi. Perbedaan Utama AR dan VR . Kesimpulan: AR; Fokus pada melengkapi dunia nyata dengan elemen digital. VR; Membawa pengguna ke dunia digital sepenuhnya. Kedua teknologi ini memiliki potensi besar dalam hiburan, edukasi, kesehatan, dan industri lainnya”, penjelan tambahannya.

“Untuk pemula yang masih belum melek digital kira-kira kemampuan atau ilmu digital apa yang harus kita kuasai?”, tanya Tanaya.

“Kemampuan atau Ilmu Digital yang Perlu Dikuasai oleh Pemula, Untuk pemula yang belum melek digital, berikut adalah kemampuan dasar yang penting dikuasai: Dasar-dasar Komputer dan Internet: Cara menggunakan perangkat, mengakses internet, dan memahami aplikasi dasar seperti browser, email, dan pengolah kata (Microsoft Word, Google Docs). Kemampuan Komunikasi Digital: Menggunakan platform komunikasi seperti WhatsApp, Zoom, atau Google Meet. Pengelolaan File Digital: Cara menyimpan, mengatur, dan berbagi file di perangkat atau cloud (Google Drive, Dropbox). Pencarian Informasi Efektif: Cara mencari informasi terpercaya di internet menggunakan mesin pencari (Google). Keamanan Digital: Memahami dasar keamanan seperti membuat kata sandi yang kuat, menghindari tautan berbahaya, dan mengenali phishing. Penggunaan Media Sosial: Cara membuat akun, berinteraksi, dan menjaga etika di media sosial. Dasar-dasar E-Commerce: Cara berbelanja, melakukan pembayaran online, dan menggunakan dompet digital seperti OVO atau GoPay”, jawab Bu Nani.

“Kadangkala kemajuan teknologi begitu cepat. Kita baru belajar 1 ilmu digital sudah ada lagi ilmu lagi. Bagaimana cara kita menyikapinya agar tidak ketinggalan ?”, tanya Tanaya kembali.

“Cara Menyikapi Perkembangan Teknologi yang Cepat, Belajar Secara Prioritas: Fokus pada keterampilan digital yang paling relevan dengan kebutuhan Anda saat ini. Misalnya, jika Anda ingin berjualan online, pelajari tentang marketplace atau media sosial. Belajar Secara Bertahap: Mulai dari dasar sebelum melanjutkan ke topik yang lebih kompleks. Jangan merasa harus menguasai semuanya sekaligus. Ikuti Kursus Online: Gunakan platform seperti Coursera, Udemy, atau YouTube untuk mempelajari ilmu baru. Aktif di Komunitas: Bergabung dengan grup atau forum digital untuk mendapatkan pembaruan teknologi dan tips dari orang lain. Manajemen Waktu untuk Belajar: Sisihkan waktu tertentu dalam seminggu untuk belajar hal baru agar tetap konsisten. Belajar Menyesuaikan Diri: Pahami bahwa Anda tidak harus menguasai semua teknologi. Fokus pada keterampilan yang sesuai dengan tujuan Anda.

Selalu Update Informasi: Ikuti blog, podcast, atau berita teknologi yang relevan untuk mendapatkan pembaruan terkini. Kesimpulannya, belajarlah secara bertahap dan fokus pada keterampilan yang paling Anda butuhkan. Teknologi adalah alat”, pungkasnya.

Abanga mematikan peralatan audio visualnya. Kemudian Tanaya dan Bu Nani mengobrol di luar materi dengan santai sambil ketawa-ketiwi.

Subang, 27-12-2024

Resume 11

HADISUSILO 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar